Ket Foto: Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu.
Infobenua.com, Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mengusulkan pola baru distribusi BBM bersubsidi jenis Pertalite bagi kendaraan roda empat dengan memusatkan penyalurannya di SPBU kawasan lingkar luar kota. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean panjang yang selama ini kerap memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan.
Usulan tersebut muncul setelah Dishub melakukan evaluasi terhadap beberapa SPBU yang sering dipadati kendaraan hingga antreannya meluber ke badan jalan. Kondisi itu dinilai tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi SPBU.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan penataan distribusi Pertalite perlu dilakukan secara terencana agar persoalan antrean kendaraan tidak terus berulang.
“Pemetaan penjualan Pertalite untuk kendaraan roda empat kami usulkan berada di SPBU kawasan lingkar luar. Tujuannya agar antrean tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, selama ini penanganan yang dilakukan lebih banyak berfokus pada pengaturan lalu lintas saat antrean sudah terjadi. Karena itu, Dishub mencoba menawarkan solusi dari sisi distribusi agar potensi kepadatan dapat dicegah sejak awal.
“Kalau kita mengatur di hilir, antrean sudah terjadi. Karena itu kami mencoba mengaturnya dari hulu melalui pemetaan lokasi penyaluran Pertalite,” katanya.
Sebagai gambaran, pola serupa telah diterapkan di SPBU Kadrie Oening dan Juanda 2. Kedua SPBU tersebut saat ini hanya melayani pembelian Pertalite untuk kendaraan roda dua, sedangkan kendaraan roda empat diarahkan mengisi BBM di lokasi lain yang memiliki kapasitas antrean lebih memadai.
Menurut Hotmarulitua, hasil evaluasi menunjukkan kebijakan tersebut cukup membantu mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar SPBU dan memperlancar arus lalu lintas di kawasan perkotaan.
“Dari evaluasi yang kami lakukan, pola ini cukup efektif mengurangi antrean kendaraan yang berdampak pada kemacetan di sekitar SPBU,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil kajian tersebut, Dishub mengusulkan beberapa SPBU lain untuk menerapkan pola serupa, di antaranya SPBU Kusuma Bangsa, Selamat Riyadi, PM Noor, dan Wahid Hasyim.
Ia menyebut banyak laporan masyarakat yang masuk terkait antrean kendaraan roda empat yang menghambat akses menuju pertokoan maupun tempat usaha di sekitar SPBU.
“Banyak laporan yang kami terima dari masyarakat karena antrean kendaraan roda empat mengganggu aktivitas usaha dan akses ke toko-toko yang berada di sekitar SPBU,” jelasnya.
Selain menghambat aktivitas ekonomi, antrean kendaraan yang memanjang hingga ke badan jalan juga dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Karena itu, penataan distribusi BBM bersubsidi dianggap sebagai salah satu solusi yang dapat membantu meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Meski demikian, Hotmarulitua menegaskan usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi kebijakan resmi. Rencana itu akan dibahas lebih lanjut melalui forum diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) bersama instansi terkait sebelum diajukan dalam penyusunan pola penyaluran BBM bersubsidi tahun 2027.
“Rencananya akan kami bahas terlebih dahulu bersama pihak terkait. Setelah itu baru menjadi bahan usulan dalam penyusunan pola penyaluran BBM bersubsidi ke depan,” katanya.
Selain bertujuan mengurai kemacetan, Dishub juga berharap pengaturan distribusi tersebut dapat mendukung penyaluran subsidi energi yang lebih tepat sasaran.
“Idealnya subsidi memang untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Karena itu penyalurannya perlu diatur agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok yang berhak menerima,” tegas Hotmarulitua.
Jika nantinya diterapkan, skema tersebut diproyeksikan dapat mengubah pola distribusi Pertalite di Kota Samarinda. Pemerintah berharap langkah itu mampu menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, mengurangi antrean kendaraan di pusat kota, serta menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri



















Users Today : 943
Total Users : 1384622
Views Today : 2182
Total views : 6665761