foto : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud
Infobenua,com, Samarinda – Polemik aset yang sempat membayangi SMA Negeri 10 Samarinda mulai menemukan titik terang setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperoleh kepastian hukum atas pengelolaan sekolah tersebut.
Dengan perkembangan itu, pemerintah daerah menegaskan fokus utama saat ini bukan lagi pada sengketa, melainkan pembenahan fasilitas dan peningkatan kualitas pendidikan bagi para siswa.
Kepastian tersebut sekaligus membuka jalan bagi Pemprov Kaltim untuk melanjutkan berbagai program pengembangan di SMA Negeri 10, termasuk rencana menjadikan sekolah tersebut sebagai bagian dari program Sekolah Garuda.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan seluruh energi yang selama ini tersita dalam proses hukum seharusnya dapat dialihkan untuk memperkuat sektor pendidikan. Menurutnya, kepentingan peserta didik harus menjadi prioritas utama.
“Hari ini saya datang memastikan anak-anak kita bisa belajar dengan tenang. Kalau energi kita habis untuk konflik, anak-anak kita yang kehilangan waktu. Sekarang mari kita gunakan energi itu untuk memperbaiki pendidikan,” ujar Rudy.
Ia menilai pengembangan SMA Negeri 10 tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Karena itu, Pemprov Kaltim membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pihak demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Suparmi, mengatakan pemerintah telah menerima informasi mengenai putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan Pemprov Kaltim dalam sengketa aset dengan Yayasan Melati.
Meski demikian, pemerintah daerah masih menunggu salinan resmi putusan sebagai dasar administrasi untuk melanjutkan proses pengelolaan dan pengembangan sekolah.
“Alhamdulillah, kami menerima kabar mengenai putusan tersebut. Untuk salinan resminya masih dalam proses,” kata Suparmi.
Dengan adanya putusan tersebut, Pemprov Kaltim memiliki kepastian hukum untuk melanjutkan pengelolaan kawasan SMA Negeri 10 Samarinda. Sekolah itu diproyeksikan menjadi Sekolah Garuda melalui peningkatan sarana, pembenahan lingkungan belajar, dan penguatan mutu pendidikan.
Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini ikut menjaga keberlangsungan pendidikan di SMA Negeri 10, termasuk Yayasan Melati.
“Kita berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mendukung pengembangan sekolah demi melahirkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Rudy.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi


















Users Today : 939
Total Users : 1384618
Views Today : 2160
Total views : 6665739