Foto : Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama jajaran saat bertemu siswa SMA Negeri 10 Samarinda yang akan membawa nama Kalimantan Timur dalam sejumlah forum internasional.
Infobenua.com, Samarinda – Sebanyak 18 siswa SMA Negeri 10 Samarinda akan membawa nama Kalimantan Timur dalam sejumlah forum internasional yang digelar di Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand pada Agustus 2026 mendatang. Keikutsertaan para pelajar tersebut menjadi bukti semakin terbukanya kesempatan generasi muda Kaltim untuk bersaing di tingkat global.
Keberangkatan para siswa mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud meminta para peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk menunjukkan kualitas sumber daya manusia daerah di hadapan pelajar dari berbagai negara.
“Kami titip, tolong harumkan nama Kalimantan Timur di tingkat internasional. Tunjukkan bahwa daerah ini mampu melahirkan generasi emas yang dapat bersaing di kancah dunia,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, kompetisi internasional tidak hanya menguji kemampuan akademik peserta, tetapi juga mengukur kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, serta kapasitas mereka dalam menyampaikan gagasan di lingkungan multikultural.
Ia menilai para siswa harus mampu membuktikan bahwa generasi muda Kalimantan Timur memiliki kompetensi dan kemampuan yang sejajar dengan pelajar dari negara lain.
“Tunjukkan bahwa generasi Kaltim memiliki kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas. Kemampuan akademik saja tidak cukup, tetapi juga harus didukung wawasan dan kepercayaan diri untuk bersaing secara global,” katanya.
Rudy juga mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan masa depan.
Karena itu, ia mendorong para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar yang tersedia.
Di sisi lain, gubernur memberikan apresiasi kepada jajaran guru dan tenaga pendidik SMA Negeri 10 Samarinda yang dinilai berhasil membina peserta didik hingga mampu menembus ajang internasional.
Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas tenaga pendidik. Oleh sebab itu, pemerintah mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan.
“Guru yang hebat akan melahirkan murid yang hebat. Kami berharap para guru dapat memanfaatkan Program Gratispol Pendidikan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji turut memberikan motivasi kepada para peserta. Ia berharap keberhasilan 18 siswa tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk terus berprestasi dan berani tampil di tingkat internasional.
“Kami bersyukur SMA Negeri 10 Samarinda terus berkembang dan mampu menunjukkan kualitasnya di berbagai ajang internasional,” ucap Seno.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 10 Samarinda Ni Made Adnyani menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara siswa, guru, dan orang tua.
Menurutnya, keberhasilan menembus kompetisi internasional tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan berbagai pihak.
“Keberhasilan mengikuti kompetisi di Taiwan, Thailand, dan Korea Selatan merupakan buah dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari dedikasi siswa, pendampingan guru, hingga dukungan orang tua,” katanya.
Ni Made berharap keberhasilan tersebut mampu memotivasi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi dan tidak ragu bermimpi besar.
Adapun 18 siswa SMA Negeri 10 Samarinda akan mengikuti tiga forum internasional yang berbeda. Di Taiwan, para peserta akan ambil bagian dalam Sustainable Future Forum, sebuah kegiatan yang membahas isu pembangunan berkelanjutan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Selanjutnya, sejumlah siswa akan mengikuti Nairong International Students’ Conference (NISC) di Bangkok, Thailand. Dalam kegiatan itu, peserta akan terlibat dalam berbagai kompetisi berbasis proyek kelompok, seperti perancangan proyek, produksi video, dan lomba poster.
Sementara di Korea Selatan, para pelajar akan mengikuti Asian Youth Forum (AYF) yang mempertemukan siswa dari berbagai negara di Asia. Kegiatan tersebut meliputi pertukaran budaya, kunjungan pendidikan ke universitas, serta diskusi mengenai berbagai isu global, termasuk kesehatan fisik, kesehatan mental, dan pembangunan berkelanjutan.
Keikutsertaan para siswa dalam forum internasional tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dan memperluas wawasan generasi muda Kalimantan Timur dalam menghadapi tantangan global.
Penulis : Nurfa | Editor: Reaksi



















Users Today : 974
Total Users : 1384653
Views Today : 2279
Total views : 6665858