Ket Foto: Tim gabungan Satpol PP Kota Samarinda bersama TNI, Polri, Denpom, dan Satpol PP Kalimantan Timur melakukan patroli cipta kondisi di sejumlah ruas jalan Kota Samarinda, Rabu (22/7/2026) dini hari.
Infobenua.com Samarinda – Upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kota Samarinda. Melalui patroli cipta kondisi yang digelar pada Rabu (22/7/2026) dini hari, tim gabungan berhasil mengamankan sejumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), termasuk manusia silver, anak jalanan, serta gelandangan dan pengemis (gepeng).
Patroli melibatkan Satpol PP Kota Samarinda, TNI, Polri, Denpom, dan Satpol PP Provinsi Kalimantan Timur. Tim menyisir sejumlah ruas jalan dan persimpangan yang selama ini kerap menjadi lokasi aktivitas PMKS.
Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah rutin untuk menjaga ketertiban umum sekaligus merespons keluhan masyarakat terkait keberadaan PMKS di ruang publik.
“Patroli ini kami lakukan untuk memantau dan menertibkan aktivitas anak jalanan, gelandangan, pengemis, maupun manusia silver yang masih ditemukan di sejumlah titik di Kota Samarinda. Keberadaan mereka kerap menjadi perhatian dan keluhan masyarakat,” ujarnya.
Selama patroli berlangsung, petugas menemukan sejumlah PMKS yang masih beraktivitas di jalan. Beberapa di antaranya berusaha menghindari petugas dengan berpindah lokasi ketika mengetahui adanya razia.
Bahkan, dalam salah satu kejadian, seorang manusia silver nekat melompat ke Sungai Mahakam di kawasan Muara untuk menghindari penertiban sehingga tidak berhasil diamankan petugas.
“Ada satu orang yang melompat ke Sungai Mahakam sehingga tidak berhasil diamankan. Namun satu manusia silver lainnya berhasil kami amankan setelah sebelumnya berpindah dari kawasan Simpang Air Putih menuju Muara,” jelas Anis.
Selain manusia silver, petugas juga mendapati sejumlah anak jalanan dan gepeng di kawasan Jalan APT Pranoto hingga Samarinda Seberang. Dari hasil pendataan awal, beberapa di antaranya masih berusia di bawah umur.
Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus karena menyangkut perlindungan anak dan potensi terjadinya eksploitasi di ruang publik. Karena itu, seluruh yang terjaring langsung dibawa ke markas Satpol PP untuk didata sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Kami membawa mereka ke mako untuk dilakukan pendataan. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan orang tua maupun instansi terkait agar anak-anak ini tidak kembali turun ke jalan dan terhindar dari potensi eksploitasi,” tegasnya.
Setelah proses pendataan selesai, para PMKS yang terjaring akan diserahkan kepada instansi yang membidangi urusan sosial untuk menjalani pembinaan dan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku.
Anis menambahkan, patroli serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.
“Kami akan terus melakukan patroli dan penertiban secara berkelanjutan. Harapannya, ruang-ruang publik dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya dan masyarakat merasa lebih aman serta nyaman saat beraktivitas,” pungkasnya.
Patroli gabungan ini menjadi salah satu langkah preventif dalam menekan aktivitas PMKS di jalanan. Selain menjaga ketertiban kota, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membuka jalan bagi penanganan sosial yang lebih tepat, khususnya bagi anak-anak yang masih ditemukan mencari nafkah di ruang publik.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri


















Users Today : 935
Total Users : 1384614
Views Today : 2152
Total views : 6665731