InfoBenua.Com.SAMARINDA – Hanya dua nomor lomba cabang olahraga (cabor) balap motor akan bermain pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara 2024.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Timur (Kaltim) Narto Bulang ungkap hanya road race dan grasstrack.
“Meskipun belum kita dapatkan jadwal pastinya kapan berlangsung Pra PON ini tapi kita tetap lakukan persiapan seperti latihan,” ujar Narto.
Namun kurang lebih sama seperti cabor lainnya, kegiatan tersebut diperkirakan akan berlangsung pada bulan September 2023 ini.
Dirinya mengaku untuk mempersiapkan cabor road race tersebut diakui tidak begitu dirisaukannya. Namun memang grasstrack menjadi tantangan.
“Kalau road race inikan kita di daerah bahkan sudah sering melaksanakan event-event. Bahkan atlet potensial sudah kita peta-peta kan,” bebernya.
Berbeda dengan grasstrack yang memang jarang digelar di tiap-tiap daerah, bahkan untuk tingkat Kaltim juga tidak sesering road race.
Hal itu tentu menjadi kendala sendiri untuk IMI Kaltim untuk memetakan atlet potensial yang bakal mewakili Kaltim dalam kualifikasi PON.
“Jangankan untuk langsung memetakan rider potensial kita, tentu kita harus lakukan seleksi dan memilih secara ketat juga,” imbuhnya.
Untuk itu, Narto mengaku pihaknya akan telah menyusun rencana untuk melakukan tiga seri khusus untuk grasstrack untuk mencari atlet potensial.
Masing-masing akan dilakukan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
“Untuk waktunya sebentar lagi, Mei kalau tidak salah itu seri pertama yang bakal kita selenggarakan di Kukar, seri kedua akan berlangsung di Samarinda bulan Juli atau Agustus,” bebernya.
Terakhir nanti perhelatan seri ketiga akan berlangsung di Kutim. Seri terakhir ini nanti akan ada kejutan dari Ketua Pengprov IMI Kaltim.
Dimana pada perhelatan di Kutim, Narto sudah menyediakan dua buah sepeda motor yang akan diberikan pada juara umum.
“Saya siapkan untuk juara umumnya. Masing-masing akan diberikan pada kelas junior dan satu lagi kelas senior,” bebernya.
Narto mengaku sebenarnya potensi pembalap sudah bisa dilihat sejak diseri pertama, namun untuk memantapkan lagi makanya digelar tiga kali.
Sejauh ini penggelaran grasstrack sudah berlangsung sekali di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) pada beberapa waktu lalu.
“Kita juga harus terus asah fisik dan tekniknya, karena kalau tidak ada kompetisi, buat apa terbentuk kedua tadi. Jadinya harus terus dikembangkan,” tutupnya.
Penulis Diba l Editor eka mandiri



















Users Today : 659
Total Users : 1365258
Views Today : 9198
Total views : 6601303