Teks foto: Suasana prosesi nikah massal di Aula MAN 2 Samarinda yang diikuti 12 pasangan calon pengantin.
Infobenua.com.Samarinda – Sebanyak 12 pasangan resmi melangsungkan akad nikah dalam kegiatan nikah massal yang digelar di Aula MAN 2 Samarinda, Selasa (7/7/2026).
Prosesi yang berlangsung bertepatan dengan Bulan Muharam 1448 Hijriah itu dimanfaatkan Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Timur untuk meluruskan anggapan bahwa bulan Suro merupakan waktu yang tidak baik untuk menikah.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, mengatakan tidak ada ajaran dalam Islam yang melarang seseorang menikah pada bulan Muharam.
Menurutnya, seluruh waktu merupakan saat yang baik untuk melaksanakan ibadah, termasuk membangun rumah tangga.
“Hari ini kita ingin meluruskan anggapan yang keliru bahwa Muharam atau bulan Suro adalah bulan yang tidak baik untuk menikah. Dalam Islam tidak ada hari atau bulan yang buruk untuk melaksanakan pernikahan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme pasangan yang mengikuti nikah massal tersebut.
Di tengah tren menurunnya angka pernikahan, menurutnya masih banyak masyarakat yang memilih menyempurnakan ibadah melalui pernikahan.
Kegiatan itu merupakan kolaborasi Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), Kemenag Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda, dan Ceria Wedding Organizer. Prosesi diikuti pasangan dari berbagai rentang usia, mulai generasi muda hingga lanjut usia.
Usai akad nikah, seluruh pasangan langsung menerima buku nikah beserta dokumen administrasi kependudukan yang telah diperbarui, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan status kawin dan Kartu Keluarga (KK).
Para mempelai juga memperoleh perlengkapan rumah tangga, dokumentasi pernikahan, serta bingkisan dari para sponsor.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, berharap seluruh pasangan mampu membangun keluarga yang harmonis dan saling menguatkan dalam menjalani kehidupan berumah tangga.
“Semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah, saling percaya, saling mencintai, dan saling menjaga dalam setiap keadaan,” tutupnya.
penulis Frida editor Eka mandiri


















Users Today : 561
Total Users : 1365160
Views Today : 8567
Total views : 6600672