Foto : Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni.
Infobenua.com, Samarinda — Gelombang transformasi digital yang terus bergerak kian cepat kini menuntut perubahan mendasar pada cara pemerintah daerah mengelola dan menyampaikan informasi publik.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur didorong untuk melampaui fungsi rutinnya dan bertransisi menjadi garda terdepan komunikasi publik yang responsif dan adaptif.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menegaskan perlunya transformasi peran PPID agar tidak sekadar menjalankan fungsi administratif konvensional.
Ia menyoroti bahwa pengelolaan informasi publik yang efektif menuntut kepekaan terhadap isu-isu yang tengah berkembang di ruang digital, termasuk media sosial.
“Bagaimana kita bisa mengelola informasi publik jika tidak mengetahui isu yang sedang berkembang. PPID harus hadir, berinteraksi, dan memahami apa yang sedang terjadi,” tegas Sri Wahyuni.
Menurut Sri Wahyuni, selama ini pemerintah daerah sejatinya telah memiliki infrastruktur, data, dan informasi yang memadai. Namun, kemampuan untuk merespons pertanyaan dan isu yang beredar di ruang publik digital dinilai masih belum optimal.
Kondisi ini berpotensi menciptakan kekosongan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di tengah derasnya arus informasi.
Seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim pun diminta turut berperan aktif dengan membentuk struktur pendukung bagi PPID.
Sri Wahyuni secara khusus mendorong penugasan staf muda yang dapat berperan sebagai perpanjangan tangan PPID dalam memantau, mengidentifikasi, dan merespons isu-isu publik yang berkembang secara daring.
“Staf tersebut diharapkan mampu menentukan langkah yang tepat, mulai dari penyediaan data hingga strategi komunikasi yang efektif,” tuturnya.
Lebih jauh, Sri Wahyuni menekankan bahwa transformasi PPID tidak dapat dipisahkan dari transformasi digital secara menyeluruh. Perubahan yang dimaksud bukan semata soal adopsi perangkat teknologi, melainkan menyangkut perubahan pola pikir dan budaya kerja seluruh aparatur pemerintahan — bukan hanya tenaga bidang teknologi informasi.
Komitmen dari pimpinan di setiap level juga disebut sebagai kunci keberhasilan. Upaya di tingkat bawah dinilai tidak akan berjalan efektif tanpa arah kebijakan yang jelas dan dukungan nyata dari pimpinan.
Dengan terbangunnya mindset digital yang kuat di seluruh jajaran, Sri Wahyuni berharap akan lahir berbagai terobosan dalam pelayanan publik, mulai dari peningkatan efisiensi birokrasi hingga penyelesaian masalah masyarakat yang lebih cepat dan tepat sasaran melalui pemanfaatan teknologi digital.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi


















Users Today : 588
Total Users : 1274716
Views Today : 1688
Total views : 6301689