Ket foto: Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy.
Infobenua.com Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda mulai mempercepat penanganan sedimentasi drainase yang dinilai menjadi salah satu penyebab munculnya genangan banjir di sejumlah wilayah usai hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Penanganan awal akan difokuskan pada beberapa kawasan yang selama ini kerap terdampak genangan, mulai dari Jalan Sukorejo hingga kawasan KS Tubun.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengerukan endapan lumpur dan pasir di saluran drainase dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Kegiatan pengerjaan dijadwalkan mulai dilaksanakan pada akhir pekan ini sebagai langkah awal mengurangi potensi banjir di kawasan rawan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tingginya sedimentasi menjadi faktor utama terhambatnya aliran air di sejumlah titik.
“Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, genangan yang terjadi dipicu oleh penumpukan sedimentasi pada saluran drainase. Oleh sebab itu, pemerintah akan mulai melaksanakan pengerukan pada hari Minggu mendatang,” katanya, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, pengerjaan tahap awal dipusatkan di kawasan Sukorejo sebelum dilanjutkan ke beberapa lokasi lain yang juga rawan tergenang, seperti Damanhuri, Jalan Gerilya, Merdeka, Kebaktian, hingga KS Tubun.
Menurutnya, kondisi tanah di Samarinda yang relatif labil membuat sedimentasi cepat kembali terbentuk meskipun saluran drainase telah dibersihkan. Material pasir dan lumpur yang terbawa arus hujan deras mudah mengendap kembali di saluran air.
“Meski drainase sudah dibersihkan, endapan baru biasanya kembali muncul dalam kurun waktu sekitar dua bulan. Karena itu, penanganannya memang perlu dilakukan secara rutin dan berkesinambungan,” jelas Marnabas.
Selain pengerukan manual, Pemkot Samarinda juga akan memaksimalkan penggunaan ekskavator mini dari sejumlah perangkat daerah guna mempercepat proses normalisasi drainase di lapangan.
“Pemerintah berharap langkah ini dapat membantu menekan tingkat genangan, khususnya di kawasan yang selama ini sering terdampak banjir saat hujan deras,” pungkasnya.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri



















Users Today : 453
Total Users : 1295354
Views Today : 1651
Total views : 6365089