Info Benua. Com -SAMARINDA– Komisi IV DPRD Kaltim lakukan Rapat Dengar Pendapat(RDP) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan(DISDIKBUD) Pemprov. Kaltim dan Lembaga Sertivikasi Profesi (LSP) SMK Prov. Kaltim soal sertifikasi profesi peserta didik SMK.
Di era digitalisasi dan era modern, sertivikasi menjadi hal yang sangat di perlukan. Hal tersebut merupakan salah bukti otentik tolak ukur dalam mengukur kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) yang siap di distribusikan di dunia kerja.
Dalam hal ini, Komisi IV DPRD Kaltim melakukan RDP dengan Disdikbud Prov. Kaltim dan LSP Kaltim untuk membahas terkait sertifikasi profesi siswa SMK. Saat ini LSP di Kaltim sudah ada sebanyak 12 LSP, dari total 221 sekolah yang ada.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim Hardiana Muriyani yang turut hadir dalam RDP tersebut mengatakan, jika pohaknya akan komitmen dalam membangun LSP yang lebih banyak di Kaltim.
“Ini komitmen kita, Pemprov dengan DPRD Kaltim, untuk melakukan percepatan hadirnya lembaga ini, karena keberadaan lembaga ini sangat penting,” kata Haridian.
Hal tersebut di katakan Haridian sebagai upaya pertama dalam mendorong hadirnya LSP di Kaltim lebih banyak.
Di sisi lain Haridian mengatakan terkait sedikitnya LSP yang tersedia di Kaltim. Ia mengatakan jika masih terkendala di payung hukum.
“Ini sebagai penjajakan pertama, nanti akan ada pertemuan yang lebih detail lagi. Dan sebenarnya kita sudah jalan semua, cuman memang masih ada beberapa instrumen yang perlu di lengkapi, seperti landasan hukumnya ya sk atau pergub, jadi itu yang kita rasa perlu di maksimalkan,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim.
Di sisi lain, Ketua LSP Kaltim Norjaman memgatakan, jika di wilayah lain seperti Jawa dan Sumatera sudah banyak LSP yang ada. Hal ini menjadi acuan dan tolak ukur menghadirkan lembaga sertifikasi profesi SMK di Kaltim lebih banyak.
“Kaltim akan jadi ibu kota negara, jadi kita harus kompetitif. Karena di jawa sumatera sudah banyak yang tersertifikasi siswanya,” kata Norjaman.
Menurutnya, ketersediaan LSP sangat penting dalam meningkatkan SDM di Kaltim, hal tersebut merupakan upaya meningkatkan SDM anak-anak Kaltim agar dapat mengelola daerahnya secara mandiri.
“Ini penting, karena biar anak2 kaltim jadi tuan rumah di rumah sendiri,” tambahnya.
Hal tersebut tentu memerlukan dirongan dan dukungan yang kuat oleh berbagai pihak, terutama Pemprov dan DPRD Kaltim.
“Ini perlu dukungan dan dorongan yang bagus untuk membangun SDM yang kompetitif. Kalau di kaltim, data terakhir itu baru 669 sisiwa, dari total 12 LSP yang ada,
Ada dua puluh lima ribu sampai tiga ribu siswa yang lulus,” terangnya.
Terkait mekanisme, untuk sertifikasi nantinya akan di sertifikasi oleh tim asesor yang telah di siapkan.
“Kalau untuk sertifikasi, kita fokus pada sekolah masing-masing, nanti akan di sertifikasi oleh tim asesor yang di siapkan. Ada juga nanti kegiatan tes yang di lakunan, seperti skill knowledge dan atittude dan itu sudah berada di standar uji kompetensi. Dan itu sudah mengacu pada standar kompetense kerja nasional indonesia, dan kita LSP benar-benar menerapkan standar itu. Makanya kita menggenjot agar semakin banyak LSP, makin banyak siswa bisa terverifikasi, ” jelas Ketua LSP Kaltim.
Untuk saat ini LSP di kaltim tersebar hanya di bebebrapa Kabupaten/Kota, yakni Balikpapan 3 LSP, Samarinda 3 LSP, Bontang 2 LSP dan Tanah grogot 1 LSP.
“Dan nantinya kita akan ratakan ke semua Kab/Kota agar LSP nya ada, yang nanti di mapping oleh disdikbud, agar itu bisa menjawab kebutuhan,” lanjut Norjaman.
Anggota DPRD Kaltim komisi IV Abdul jawad, memberikan tanggapan dalam RDP pada kali ini. Pada dasarnya ia sepakat dengan peningkatan LSP di Kaltim, hal itu di ungkapkan karena melihat perlunya potensi SDM lokal untuk di dostribusikan secara merata di seluruh wilayah Kaltim
“Kita apresiasi adanya LSP ini dan untuk meningkatkannya juga kita mendukung,” ucap Jawad.
Ia meyakini, jika forum LSP tersebut di inisiasi oleh guru-guru SMK yang ada di Kaltim untuk mendorong pemaksimalan SDM di Kaltim.
“Ya yang jelas kita mendorong itu, karena kita jauh tertinggal dari wilayah yang lain,” lanjutnya.
Tapi tolong agar di beri backup anggaran yang memadai.
Dalam hal ini, kendala yang di hadapi ialah tidak di libatkan dari segi pendanaan. Selain itu, minimnya tim asesor yang menguji peserta sertifikasi profesi.
“Kendala ya yang jelas karena tidak di libatkan dari segi pendanaan, dan juga yang sangat minim itu tim asesor,” kata politisi PAN tersebut.
Terakhir, ia pun meminta agar segera di komunikasikan ke pihak yang berkaitan untuk memudahkan penambahan LSP di Kaltim.
“Idealnya setiap Kab/Kota di Kaltim harus ada LSP,Agar lebih cepat untuk tersertifikasi ini peserta didik yang siap kerja. Makanya kita minta, Kepala OPD Disdikbud Kaltim, agar segera di komunikasikan program-programnya dan pendanaannya karena masuk dalam batang tubuh OPDnya itu.” Tutupnya
Penulis : abi/zul.

















Users Today : 566
Total Users : 1365165
Views Today : 8659
Total views : 6600764