Reporter : ka editor : Tim Redaksi
INFO BENUA – SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim menyampaikan penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kaltim saat ini kurang maksimal dan efektif, akibat minimnya kerja tim dari Pemprov Kaltim dalam melakukan kerja-kerja penanganan Covid-19.
Hal ini disampaikannya seusai dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Kaltim dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jumat (16/7) kemarin.
“Kami sayangkan dari pihak tim Satuan Tugas (Satgas) tidak hadir,” kata Jawad.
Dari hasil RDP tersebut ternyata hanya lebih pada membahas mengenai laporan-laporan yang sudah dilakukan serta minimnya ketersediaan dari vaksin di Kaltim. Pihak Pemprov pun ternyata juga mengakui bahwa vaksin saat ini salah satu kendala dari upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini.
“Itu akibat lambatnya suplaian dari pemerintah pusat, makanya kita jadi kekosongan,” ucap Politisi PAN dari daerah pemilihan (dapil) Kota Samarinda ini.
Proses menunggu ketersediaan vaksin ini tidak dengan waktu yang singkat, melainkan butuh waktu sekira satu bulan lamanya. Sebab itu, pihaknya pun berupaya untuk menjemput bola, yaitu memaksimalkan stakeholder yang ada.
“Misalnya kami dari Fraksi PAN akan berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Fraksi PAN di DPR RI untuk mendorong ke Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Pusat,” paparnya.
Menyangkut bentuk kepedulian berupa bantuan dari Pemprov pada pertemuan tersebut tidak dalam di bahas, karena stakeholder yang terkait tidak ada. “Karena tadi hanya Dinkes sama BPBD saja,” ujar Jawad.
Menurut dia, penting untuk dilakukan pertemuan lanjutan, guna memaksimalkan pembahasan sebagai upaya penyelesaian permasalahan yang ada, terutama mengenai keluhan masyarakat terdampak Covid-19 dan penanganannya di Kaltim imbuhnya.


















Users Today : 104
Total Users : 1365518
Views Today : 497
Total views : 6603206