Foto : Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Ahmad Muzakir
Infobenua.com, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemrov Kaltim) serius membenahi aset-aset daerah yang selama ini terbengkalai atau belum dimanfaatkan secara optimal. Langkah itu menjadi salah satu strategi utama mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tekanan fiskal yang dihadapi daerah.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Ahmad Muzakir, menegaskan pengelolaan aset yang lebih profesional menjadi kunci untuk mengubah aset tidur menjadi sumber pendapatan yang nyata bagi kas daerah.
“Kami terus berupaya mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum tergarap maksimal agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kas daerah melalui manajemen yang lebih profesional,” ujarnya.
Sejumlah langkah konkret telah dijalankan. Gedung pertemuan di Jalan Jakarta Loa Bakung, Samarinda, kini disewakan untuk berbagai kegiatan dengan retribusi yang langsung masuk ke kas daerah. Lapangan dan fasilitas olahraga di Jalan Jenderal Suprapto pun dikelola secara komersial sebagai tambahan sumber pendapatan dari sektor penyewaan sarana publik.
Penentuan tarif sewa tidak dilakukan sembarangan. BPKAD melibatkan kantor jasa penilai publik serta penilai pemerintah seperti DJKN dan KPKNL demi menjaga objektivitas penetapan harga.
Capaian yang paling mencolok datang dari Hotel Atlet aset yang sempat tidak terkelola selama belasan tahun. Kini hotel tersebut telah dikelola secara profesional hingga mencapai tingkat keterisian kamar sebesar 90 persen.
Pemprov Kaltim bahkan tengah menggandeng mitra kerja sama untuk menambah fasilitas pendukung seperti restoran dan kafe, memanfaatkan lokasi strategis yang dimiliki.
“Untuk aset yang sudah tidak memiliki nilai manfaat seperti sisa bongkaran bangunan, pemerintah melakukan penjualan langsung sesuai regulasi. Sementara lelang akbar kendaraan dinas mulai mobil, motor, hingga ekskavator dilakukan secara daring dan berhasil menyumbang pemasukan hingga Rp2,1 miliar bagi daerah,” jelasnya.
Kawasan Lembuswana yang memiliki nilai ekonomi tinggi pun tidak luput dari perhatian. Saat ini aset tersebut tengah dalam proses penjajakan kerja sama pengelolaan dengan pihak manajemen yang dinilai kompeten.
Di luar optimalisasi aset fisik, efisiensi fiskal juga diterapkan dengan menunda kegiatan non-prioritas dan mengurangi frekuensi perjalanan dinas guna menjaga stabilitas keuangan daerah.
“Kami memastikan seluruh hasil pengelolaan dan pemanfaatan aset disetorkan langsung ke kas daerah demi menjamin akuntabilitas sekaligus mencegah praktik pungutan liar,” pungkasnya.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi


















Users Today : 722
Total Users : 1290150
Views Today : 1798
Total views : 6343971