Ket. Foto: Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu.
Infobenua.com Samarinda — Pemerintah Kota Samarinda mulai menyusun rencana pemindahan aktivitas pelabuhan dan distribusi logistik dari kawasan pusat kota ke Kecamatan Palaran. Langkah ini dilakukan melalui rencana pembangunan terminal multipurpose yang nantinya difungsikan sebagai pusat logistik baru di Kota Samarinda.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan berat, terutama truk kontainer yang selama ini melintasi jalan utama di pusat kota. Selain itu, penataan kawasan tepian Sungai Mahakam juga diproyeksikan lebih maksimal untuk mendukung pengembangan ruang publik dan wajah kota.
Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyampaikan bahwa pelabuhan yang saat ini beroperasi di kawasan Jalan Yos Sudarso direncanakan dipindahkan bersamaan dengan pembangunan terminal baru di Palaran.
“Pemerintah Kota Samarinda tengah menyiapkan pemindahan aktivitas pelabuhan dari kawasan Jalan Yos Sudarso ke Palaran. Bersamaan dengan itu akan dibangun terminal multipurpose sebagai pusat aktivitas logistik baru,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, tidak hanya aktivitas pelabuhan yang akan direlokasi, tetapi juga kawasan pergudangan dan distribusi logistik di Jalan Ir. Sutami. Keberadaan gudang serta lalu lintas kontainer di area perkotaan dinilai sudah kurang sesuai dengan konsep penataan kota ke depan.
“Ke depan seluruh aktivitas pergudangan juga direncanakan berpindah ke kawasan Palaran karena keberadaannya di pusat kota sudah tidak lagi ideal. Nantinya kendaraan besar seperti kontainer tidak lagi melintas di pusat kota dan hanya kendaraan dengan dimensi lebih kecil yang diperbolehkan masuk,” jelasnya.
Saat ini, Dishub Samarinda bersama instansi terkait masih melakukan pembahasan mengenai titik lokasi pembangunan pelabuhan dan terminal tersebut. Sejumlah alternatif akses jalan serta opsi pembangunan jeti atau dermaga masih dalam tahap kajian.
“Pembahasan saat ini masih difokuskan pada penentuan lokasi yang paling tepat, termasuk akses jalan dan fasilitas dermaga yang nantinya mendukung operasional pelabuhan,” katanya.
Dalam penyusunan kajian tersebut, Pemkot Samarinda melibatkan sejumlah pihak seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Distrik Navigasi, hingga unsur pelayaran. Kajian yang dilakukan mencakup kedalaman alur sungai, kapasitas dermaga, serta kelayakan jalur pelayaran.
Manalu menuturkan, rencana relokasi pusat logistik ini juga menjadi bagian dari program penataan kawasan tepian Sungai Mahakam serta pengembangan lanjutan Teras Samarinda pada tahap berikutnya.
Meski kebutuhan anggaran pembangunan belum dapat dipastikan karena lokasi masih difinalisasi, pemerintah berharap proyek tersebut dapat segera direalisasikan.
“Apabila proyek ini dapat segera diwujudkan tentu akan memberikan dampak positif, baik bagi peningkatan pendapatan daerah maupun mendukung pengembangan kawasan Teras Samarinda di masa mendatang,” pungkasnya.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri


















Users Today : 770
Total Users : 1290198
Views Today : 1963
Total views : 6344136