Teks foto: Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie.
Infobenua.com Samarinda —Sejumlah calon siswa SMP di Samarinda gagal memanfaatkan kuota jalur afirmasi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kondisi itu terjadi karena data desil keluarga yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) belum diperbarui.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menegaskan bahwa seluruh proses verifikasi penerima jalur afirmasi mengacu pada data DTKS yang terintegrasi dalam sistem.
Akibatnya, calon siswa yang secara kondisi ekonomi layak menerima afirmasi tidak dapat mendaftar apabila status desilnya belum sesuai dalam database.
“Berbicara siapa yang layak duduk di situ (jalur afirmasi) adalah masyarakat atau anak didik yang masuk desil 1 dan 2. Masalahnya saat ini ketika desil itu belum diperbaharui,” kata Novan (24/6/2026).
Jalur afirmasi diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu serta penyandang disabilitas. Namun dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, ditemukan sejumlah calon siswa yang tidak dapat mengakses jalur tersebut karena tidak tercatat dalam kategori desil yang dipersyaratkan.
Menurut Novan, persoalan tersebut seharusnya dapat diantisipasi lebih awal. Ia menilai masyarakat perlu lebih aktif memeriksa dan memperbarui data kesejahteraan keluarga melalui dinas sosial maupun pemerintah kelurahan sebelum tahapan penerimaan siswa dimulai.
“Seharusnya begitu orang tua tahu mereka masuk kategori tersebut, segera diurus. Jangan sampai seleksi sudah berjalan, baru sibuk bingung sendiri,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa SPMB merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun dengan persyaratan yang relatif tetap.
Karena itu, pembaruan data desil sebaiknya dilakukan jauh hari agar tidak menghambat proses pendaftaran sekolah.
“Perbarui dulu dari jauh hari karena waktu persiapannya lama. Jangan sampai tiba masa, baru kita mau mengurus, mengubah desil karena merasa tidak sesuai,” ujarnya.
Novan menambahkan, kelengkapan administrasi dan validitas data keluarga menjadi faktor penting agar kuota afirmasi benar-benar dimanfaatkan oleh siswa yang berhak menerima.
“Kami tidak bisa memantau semuanya mana masuk desil 1 dan lainnya, tapi sistem SPMB dan jalur afirmasi ini selalu ada setiap tahun. Syaratnya pun tidak berubah. Seharusnya orang tua sudah mempersiapkan sebelum pendaftaran sekolah dibuka,” demikian Novan.
Penulis: Frida |Editor: Eka Mandiri


















Users Today : 752
Total Users : 1354194
Views Today : 1587
Total views : 6515629