Teks foto: Baharuddin Demmu usai terpilih sebagai Ketua Umum IKA FPIK Unmul, Sabtu 20 Juni 2026 malam.
Infobenua.com Samarinda —Baharuddin Demmu resmi terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (IKA FPIK) Universitas Mulawarman periode 2026-2031.
Usai dipercaya memimpin organisasi alumni tersebut, Baharuddin langsung menegaskan komitmennya untuk memperkuat jejaring alumni sekaligus mengawal berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat nelayan di Kalimantan Timur.
Baharuddin terpilih dalam Musyawarah Besar (Mubes) IKA FPIK Unmul yang digelar di Hotel Grand Verona, Samarinda, Sabtu (20/6/2026) malam.
Dalam kepengurusan baru itu, ia didampingi Budi Darmono sebagai Wakil Ketua dan Fatmy Yaumil Akhir sebagai Ketua Harian.

keterangan foto: Baharuddin Demmu Ketua Umum IKA FPIK Unmul
Usai terpilih, Baharuddin menyebut konsolidasi alumni menjadi agenda prioritas organisasi selama lima tahun ke depan. Menurutnya, alumni FPIK Unmul yang tersebar di berbagai daerah dan profesi harus dipersatukan dalam satu jejaring yang kuat.
“IKA harus menjadi alat pemersatu seluruh alumni. Bagaimana kita saling mengenal antarangkatan, saling terhubung, dan memiliki ruang untuk berkumpul serta berdiskusi,” kata Baharuddin.
Selain membangun basis organisasi, IKA FPIK Unmul juga akan mulai turun langsung ke wilayah pesisir untuk menyerap persoalan yang dihadapi masyarakat nelayan.
Pengurus berencana melakukan kunjungan ke sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur guna memetakan berbagai masalah yang selama ini menjadi keluhan nelayan.
Menurut Baharuddin, persoalan seperti fluktuasi harga hasil tangkapan, kesejahteraan nelayan hingga ancaman kerusakan lingkungan pesisir perlu mendapat perhatian serius.
Karena itu, IKA FPIK Unmul ingin mengambil peran sebagai jembatan antara masyarakat, pemerintah dan lembaga legislatif.
“Kami ingin IKA hadir di tengah masyarakat. Turun ke kampung-kampung nelayan, mendengar persoalan mereka, lalu menyampaikan dan mengawal agar bisa menjadi perhatian pemerintah maupun DPRD dalam penyusunan kebijakan,” ujarnya.
Baharuddin juga menyoroti masih adanya penggunaan alat tangkap yang merusak ekosistem laut.
Menurutnya, larangan penggunaan alat tangkap ilegal seperti bahan peledak dan setrum harus dibarengi dengan solusi yang mampu menjaga penghasilan nelayan.
“Pemerintah tidak cukup hanya melarang. Harus ada pendampingan dan alternatif alat tangkap yang ramah lingkungan tetapi tetap mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur, berharap kepengurusan baru IKA FPIK Unmul dapat menjadi mitra strategis kampus dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pengembangan sektor perikanan serta kelautan.
Ia menilai alumni memiliki posisi penting dalam membangun kolaborasi antara kampus, fakultas, pemerintah, dan dunia usaha.
Karena itu, sinergi yang kuat dinilai akan memperluas kontribusi FPIK Unmul bagi pembangunan daerah.
“Saya optimistis kepengurusan baru mampu membangun rumah besar alumni yang solid, inovatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan fakultas maupun Universitas Mulawarman,” kata Abdunnur.
Abdunnur juga mendorong pengurus segera menyusun program kerja yang terukur dan berdampak langsung bagi alumni maupun masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara IKA Unmul dan IKA FPIK perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing sektor perikanan dan kelautan di Kalimantan Timur.
“Kolaborasi yang kuat diperlukan agar alumni mampu berkontribusi lebih luas, baik di tingkat daerah, nasional, maupun global,” demikian Abdunnur.
Penulis: Frida | Editor: Eka Mandiri


















Users Today : 762
Total Users : 1350858
Views Today : 1698
Total views : 6506113