Infobenua.com.Samarinda – Festival Olahraga Tradisional tingkat provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan setiap tahun kembali hadir dengan tujuan untuk memilih tim yang akan mewakili Kaltim dalam kompetisi olahraga tradisional tingkat nasional.
Pada tahun 2024, festival ini menampilkan lima jenis olahraga tradisional yang khas, yaitu asinaga, bakiak, terompah, egrang, dan gasing.
Menurut Thomas Alva Edison, Kepala Seksi Olahraga Tradisional dan Rekreasi Dispora Kaltim, festival ini memiliki tujuan utama untuk seleksi tim yang akan berkompetisi di ajang Pekan Olahraga Tradisional Nasional (POTNas) pada 2025.
“Festival ini tidak hanya bertujuan untuk mencari juara, tetapi juga untuk memilih peserta terbaik dari 10 kabupaten/kota yang akan membela Kalimantan Timur di tingkat nasional,” ujarnya (3/12/2024).
Festival Olahraga Tradisional Kaltim 2024 tetap mempertandingkan lima cabang olahraga yang sama seperti tahun sebelumnya. Menariknya, festival ini bukan sekadar ajang pertandingan biasa, tetapi juga sebuah kreasi yang menggabungkan unsur seni tari dengan olahraga.
“Festival ini berbeda, karena selain menguji keterampilan fisik, peserta juga akan menampilkan gerakan yang memadukan olahraga dengan seni tari,” tambah Thomas.
Kegiatan ini akan menjadi seleksi utama untuk tim yang akan bertanding di ajang nasional pada 2025, menggantikan tim yang sebelumnya berkompetisi di Parigi Motang, Sulawesi Tenggara pada 2022.
Pada tahun 2023, persiapan telah dimulai untuk menyongsong Pekan Olahraga Tradisional Nasional 2025, dan festival ini menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga memberikan peluang bagi generasi muda untuk mengenal kembali kekayaan budaya olahraga tradisional yang hampir terlupakan. Keunikan festival terletak pada cara-cara kreatif memperkenalkan olahraga tradisional, seperti menggunakan tari sebagai media ekspresi gerakan olahraga.
“Festival ini tidak hanya menjaga kelestarian olahraga tradisional, tetapi juga semakin mengembangkan minat dan keterlibatan generasi muda. Dengan adanya festival ini, kami berharap olahraga tradisional di Kaltim bisa terus berkembang dan menjadi bagian dari warisan budaya yang bangga diperkenalkan ke seluruh Indonesia,” pungkas Thomas.
(ADV/red/ Dispora Kaltim/Frida)


















Users Today : 432
Total Users : 1295333
Views Today : 1499
Total views : 6364937