InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Turki, Pakistan, dan Arab Saudi Teken Pakta Pertahanan, Bangun Pencegahan Kolektif di Tengah Ketegangan Regional

by Hery Kuswoyo
Rabu, 12 Agustus 2026, 21:27
in Internasional
Pakta Pertahanan Makkah ditandatangani oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri), Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (tengah), dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.Foto: Murat Cetinmuhurdar/Turkish Presidential Press Office/Handout/REUTERS

Pakta Pertahanan Makkah ditandatangani oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri), Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (tengah), dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.Foto: Murat Cetinmuhurdar/Turkish Presidential Press Office/Handout/REUTERS

Bagikan

Infobenua.com – Turki, Pakistan, dan Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan trilateral di Makkah pada Jumat (7/8), dalam langkah yang disebut bertujuan memperkuat kemampuan pencegahan bersama terhadap ancaman agresi di tengah meningkatnya ketidakpastian keamanan di kawasan.

Perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Pertahanan Makkah tersebut ditandatangani Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Ketiga negara memiliki mayoritas penduduk Muslim Sunni. Kesepakatan itu diarahkan untuk memperkuat kerja sama pertahanan ketika konflik regional dan ketegangan dengan Iran semakin meningkat.

Kementerian Luar Negeri Pakistan sebelumnya menyatakan bahwa serangan terhadap satu negara anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Pernyataan tersebut membuat pakta Makkah kerap dibandingkan dengan NATO.

Namun, sejumlah analis menilai mekanisme perjanjian tersebut kemungkinan tidak akan diterapkan secara otomatis seperti prinsip pertahanan kolektif NATO.

Salah satu indikasinya terlihat setelah kelompok Houthi di Yaman, yang bersekutu dengan Iran, kembali menyerang fasilitas minyak Arab Saudi pada akhir pekan lalu. Meski Arab Saudi menjadi sasaran, Turki dan Pakistan tidak secara otomatis melakukan serangan balasan terhadap Houthi.

Para analis juga memperkirakan Ankara dan Islamabad tidak akan mengambil langkah militer terhadap Iran, yang merupakan sekutu Houthi. Pakistan bahkan masih memainkan peran sebagai mediator dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif Gulf International Forum (GIF) yang berbasis di Washington, Dania Thafer, mengatakan pakta tersebut lebih berfungsi sebagai instrumen pencegahan dengan karakter pertahanan yang fleksibel.

“Jika Anda melihat pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian ini, ada Arab Saudi, yang berada di tengah-tengah konflik ini. Namun, ada juga Turki dan Pakistan, yang keduanya memiliki hubungan baik dengan Iran dan juga dengan AS. Jadi, menurut saya, ini adalah ‘lapisan pencegah’ tambahan bagi Arab Saudi,” jelas Thafer. “Saya rasa Arab Saudi sedang mempertimbangkan upaya pencegahan berlapis terhadap ancaman regional yang muncul.”

Menurut peneliti senior Middle East Policy Council di Washington, Kamran Bokhari, aliansi tersebut kemungkinan berkembang secara bertahap. Dalam jangka pendek, salah satu fokus utamanya adalah menciptakan stabilitas kawasan.

Sejumlah pakar menilai kerja sama jangka panjang ketiga negara kemungkinan lebih diarahkan pada penguatan kapasitas pertahanan, industri militer, dan kerja sama strategis ketimbang pembentukan aliansi yang berorientasi pada operasi tempur.

“Ketiga negara ini saling melengkapi dengan sangat baik,” kata Andreas Krieg, dosen bidang keamanan di King’s College London, kepada kantor berita AFP pekan lalu.

Arab Saudi memiliki sumber daya finansial besar dari sektor minyak, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam penguasaan teknologi pertahanan dan selama ini bergantung pada Amerika Serikat. Turki memiliki industri pertahanan yang berkembang, sedangkan Pakistan memiliki angkatan bersenjata yang kuat dan merupakan satu-satunya negara di antara ketiganya yang memiliki senjata nuklir.

Krieg mengatakan kebutuhan masing-masing negara dapat saling melengkapi dalam kerangka kerja sama tersebut.

“Turki memiliki teknologi dan kapasitas produksi, tetapi membutuhkan pasar dan investasi. Pakistan memiliki tenaga kerja, institusi militer, dan pencegah nuklir, tetapi membutuhkan pembiayaan dan kemampuan industri,” kata Krieg.

Seorang pejabat Turki yang dikutip Reuters mengatakan pakta tersebut bersifat defensif dan tetap terbuka bagi negara-negara tetangga yang ingin bergabung. Mesir disebut sebagai salah satu calon mitra potensial.

Namun, negara-negara lain perlu mempertimbangkan hubungan bilateral dan aliansi mereka masing-masing. Uni Emirat Arab, misalnya, belum bergabung meski memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pihak di kawasan dan masih menghadapi ketegangan dengan Arab Saudi.

Pejabat tersebut juga mengatakan pakta Makkah tidak dimaksudkan menggantikan perjanjian bilateral maupun multilateral yang telah ada. Kesepakatan itu juga tidak diarahkan untuk menghadapi atau mengancam negara tertentu.

Meski demikian, perjanjian tersebut secara luas dipandang sebagai bagian dari strategi pencegahan, terutama dalam menghadapi potensi ancaman yang berasal dari Iran dan Israel.

Direktur Middle East Council on Global Affairs di Doha, Khalid al-Jaber, mengatakan pakta tersebut tidak dibentuk untuk mengejar kemenangan militer.

“Tujuannya adalah mencegah hegemoni,” jelasnya.

Dalam kolom opini yang diterbitkan Al Jazeera pada Minggu, al-Jaber menilai berkurangnya pengaruh Amerika Serikat dapat menciptakan konfigurasi kekuatan baru di Timur Tengah.

“Berkurangnya pengaruh Amerika dapat membuat kawasan ini berada dalam tatanan yang ditetapkan oleh dua pihak: Israel dan Iran,” lanjut al-Jaber. “Pakta Makkah paling tepat dipahami sebagai upaya awal untuk membangun poros ketiga, sebuah blok yang tidak perlu melawan salah satu dari kedua kekuatan tersebut, tetapi memiliki pengaruh yang cukup untuk mencegah salah satu dari keduanya memonopoli kawasan.”

Dinamika hubungan dengan Israel turut menjadi faktor dalam membaca pembentukan pakta tersebut. Pakistan dan Arab Saudi tidak mengakui Israel dan tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan negara tersebut, meski terdapat spekulasi mengenai kemungkinan hubungan tidak resmi dalam kasus Arab Saudi.

Turki mengakui Israel, tetapi hubungan kedua negara memburuk akibat perang di Gaza. Pemerintah Turki berulang kali mengecam operasi Israel di wilayah tersebut dan menyebutnya sebagai genosida.

Erdogan juga mengatakan tindakan Israel di Suriah dan Lebanon merupakan ancaman terhadap keamanan Turki.

Peneliti Jerusalem Institute for Strategy and Security, Oshrit Birvadker, menilai pembentukan aliansi trilateral tersebut dapat berdampak terhadap hubungan Israel dengan Arab Saudi.

“Perkembangan [pakta Makkah] ini menimbulkan tantangan signifikan bagi Israel, semakin menjauhkan prospek normalisasi dengan Riyadh, dan memupus visi ‘Timur Tengah baru’,” tulis Birvadker dalam editorial untuk Israel Hayom pada Sabtu.

Menurutnya, kerja sama trilateral tersebut juga berpotensi memperbesar persaingan strategis antara Turki dan Israel.

Sementara itu, Institute for National Security Studies di Universitas Tel Aviv turut memantau reaksi di Iran terhadap kesepakatan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tampaknya tidak menunjukkan kekhawatiran besar. Dalam unggahan di platform X, ia mengatakan, “Ketika umat Muslim bersatu, kita dapat menghadapi setiap tantangan dari pihak luar yang berniat jahat.”

Sejumlah pengamat menilai respons tersebut menunjukkan bahwa Teheran berupaya melihat pakta tersebut secara positif, termasuk dengan menjadikannya sebagai bagian dari argumen bahwa negara-negara kawasan seharusnya dapat menghadapi tantangan eksternal tanpa kehadiran Amerika Serikat.

Sebagian pengamat Iran juga menilai Arab Saudi mungkin berusaha memanfaatkan hubungan Turki dan Pakistan yang relatif baik dengan Iran untuk meningkatkan perlindungan terhadap kemungkinan ancaman dari Teheran.

Namun, pandangan di Iran tidak sepenuhnya seragam. Sejumlah politisi justru menilai pembentukan pakta tersebut menunjukkan bahwa Arab Saudi masih merasa tidak cukup aman meski memiliki hubungan dengan Amerika Serikat, Turki, dan Pakistan. (*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
UNESCO: Taliban Larang 2,4 Juta Anak Perempuan Afganistan Bersekolah Menengah

UNESCO: Taliban Larang 2,4 Juta Anak Perempuan Afganistan Bersekolah Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026, 21:45
Turki, Pakistan, dan Arab Saudi Teken Pakta Pertahanan, Bangun Pencegahan Kolektif di Tengah Ketegangan Regional

Turki, Pakistan, dan Arab Saudi Teken Pakta Pertahanan, Bangun Pencegahan Kolektif di Tengah Ketegangan Regional

Rabu, 12 Agustus 2026, 21:27
Dua Insiden Penerbangan Guncang India dalam Sepekan, Investigasi Air India Berlanjut

Dua Insiden Penerbangan Guncang India dalam Sepekan, Investigasi Air India Berlanjut

Rabu, 12 Agustus 2026, 21:11
TPID Tiga Daerah Perkuat Kerja Sama Antardaerah Hadapi Risiko El Nino

TPID Tiga Daerah Perkuat Kerja Sama Antardaerah Hadapi Risiko El Nino

Rabu, 12 Agustus 2026, 21:08

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1420078
Users Today : 1187
Total Users : 1420078
Views Today : 2026
Total views : 6733251
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com