Infobenua.com, New Delhi – Dua insiden penerbangan terjadi di India dalam sepekan terakhir, termasuk kegagalan mesin pesawat IndiGo saat hendak mendarat di Chennai dan insiden serius yang melibatkan pesawat Air India di Odisha.
Pada Selasa malam (11/8), Bandara Chennai sempat menetapkan status darurat penuh setelah pesawat IndiGo yang terbang dari Kolkata mengalami kegagalan pada mesin sebelah kiri ketika bersiap melakukan pendaratan.
Pesawat yang membawa 224 orang tersebut akhirnya berhasil mendarat dengan selamat, menurut pejabat Airports Authority of India (AAI) dan laporan media setempat. Status darurat kemudian dicabut setelah pesawat berada di darat.
Menurut pejabat AAI, pilot mengetahui adanya gangguan pada mesin kiri ketika pesawat memasuki tahap persiapan pendaratan. Otoritas bandara kemudian mengaktifkan prosedur tanggap darurat sebagai langkah antisipasi.
Insiden tersebut terjadi ketika IndiGo masih menghadapi sejumlah persoalan operasional, termasuk kekurangan pilot dan penyesuaian terhadap aturan penerbangan yang lebih ketat.
Mantan eksekutif Air India, Jitendra Bhargava, sebelumnya menggambarkan situasi tersebut sebagai “babak buruk dalam sejarah penerbangan India.”
Bhargava menilai IndiGo seharusnya memangkas jadwal penerbangan sejak indikasi kekurangan pilot mulai muncul, sehingga gangguan operasional tidak meluas. CEO IndiGo Pieter Elbers kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang atas gangguan penerbangan yang terjadi.
Sementara itu, insiden lain melibatkan Air India pada Selasa (4/8). Sebuah Airbus A320neo yang terbang dari Phuket, Thailand, menuju Delhi kehilangan sekitar 300 kaki ketinggian ketika melintas di atas Odisha.
Pesawat tersebut kemudian berhasil melanjutkan penerbangan dan mendarat dengan selamat di Delhi. Sebanyak 137 penumpang dan delapan awak berada di dalam pesawat.
Insiden tersebut menyebabkan 13 penumpang dan empat awak mengalami luka. Aircraft Accident Investigation Bureau India kemudian mengklasifikasikan kejadian itu sebagai insiden serius.
Perkembangan terbaru dalam penyelidikan muncul pada Selasa (11/8), ketika Kementerian Penerbangan India memanggil CEO Air India Campbell Wilson untuk membahas perkembangan investigasi.
Pada hari yang sama, laporan mengenai hasil tes narkoba terhadap kapten pesawat tersebut juga mencuat. Menurut sumber yang dikutip Reuters, tes konfirmasi menunjukkan hasil positif marijuana.
Rangkaian insiden tersebut menambah perhatian terhadap keselamatan dan operasional penerbangan di India, khususnya ketika maskapai menghadapi tekanan untuk memenuhi kebutuhan penerbangan sekaligus menyesuaikan diri dengan regulasi keselamatan yang semakin ketat. (*)



















Users Today : 1176
Total Users : 1420067
Views Today : 1992
Total views : 6733217