SAMARINDA – Di balik penyelenggaraan Organization Islamic Corporation Culture Activity (OICCA) di Bumi Etam Kalimantan Timur (Kaltim), ternyata panitia pusat dan daerah punya misi tersendiri. Berdasarkan wawancara dengan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sri Wahyuni, setidaknya ada tiga hal yang menjadi catatan media ini.
Pertama, salah satu misi panitia pusat dan daerah menjadi tuan rumah OICCA adalah dalam rangka membangun kerja sama di bidang pendidikan. Perguruan-perguruan tinggi yang ada di Indonesia, termasuk di Kaltim, diharapkan menjalin kerja sama dengan antara negara-negara yang tergabung dalam Organization Islamic Corporation (OIC) atau Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
“Kita harapkan nanti, dari hasil pertemuan itu, yang sekarang diinisiasi, ada potensi kerja sama, antara negara OKI dengan kampus-kampus yang ada di Indonesia, termasuk yang ada di Kaltim,” ungkap Sri Wahyuni, Sekdaprov Kaltim didamping Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Agus Hari kesuma saat diwawancara awak media di Lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (16/06/2023).
Kedua, ada misi memperkenalkan kekayaan budaya lokal di kancah dunia, terutama di negara-negara yang tergabung OKI. Para peserta OICCA nantinya akan dipertemukan dengan pihak Kesultanan Kutai ing Martadipura.
“Sebelumnya akan ada resepsi dengan kesultanan, supaya mereka tahu, bahwa kita punya kearifan lokal, kita punya sultan, mereka akan bertemu sultan, melihat budaya kesultanan. Kemudian di Samarinda, mereka akan nanti diterima nanti secara adat,” papar Sri Wahyuni.
Ketiga, mendapatkan secara cuma-cuma materi pameran dari organ-organ OKI, salah satunya display Quran Digital dan Bahasa Arab Digital dari King Salman Akademi Aarab Saudi. “Sedang kita approach, mudah-mudahan materi yang itu tidak dibawa kembali, tetapi dihibahkan untuk Kaltim, nanti kita siapkan di Islamic Center,” terang Sekdaprov Kaltim.
Menurut Sri Wahyuni, OICCA merupakan kegiatan tahunan bidang kebudayaan 57 negara yang tergabung dalam OKI. Akan datang dari luar negeri ke acara OICCA di Kaltim ada sebanyak 56 orang delegasi dari anggota OKI, ditambah 56 orang perwakilan pemuda dari masing-masing negara-negara anggota OKI.
Penyelenggaraan OICA Indonesia adalah pertama kalinya, dipusatkan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya di Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Karena baru pertama di gelar, penyelenggaraannya sebisa mungkin dibuat berbeda.
Umumnya, OICCA dilaksanakan tidak dalam waktu yang lama, kegiatannya hanya berupa pertemuan membahas isu-isu kebudayaan antar anggota OKI. Tapi di Kaltim, waktu pelaksanaannya ditambah lama, hingga sepekan. Sejak datangnya delegasi OICCA di Indonesia pada Jumat (07/07/2023) nanti, mereka akan diarahkan ke Kaltim untuk melihat berbagai pertunjukan kebudayaan lokal.
Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni menyebut bahwa panitia daerah dan panitia pusat dengan leading sector Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menyiapkan sejumlah kegiatan sampingan OICCA, mulai dari simposium, seminar, pertunjukan budaya, pameran, hingga kegiatan penanaman pohon.
Berdasarkan hasil rapat OICCA yang digelar di ruang rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Jumat (16/06/2023), Sri Wahyuni menerangkan, dari sisi perencanaan kegiatan, Kaltim sudah 90% siap jadi tuan rumah, tinggal 10% berupa perpaduan kegiatan, termasuk jika ada dinamika dan penambahan kegiatan dalam rangka penguatan rangkaian OICCA. []
Penulis: Putri Aulia Maharani | Penyunting: Hadi Purnomo



















Users Today : 816
Total Users : 1364487
Views Today : 11615
Total views : 6588152