Foto : Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih
Infobenua.com, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan upaya percepatan penurunan stunting menunjukkan perkembangan positif.
Berdasarkan hasil Pemantauan Pertumbuhan dan Gizi Masyarakat (PPGM), prevalensi stunting di Kota Tepian kini berada di kisaran 17 persen, turun dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang masih berada di atas 20 persen.
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan tren tersebut menunjukkan berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah mulai memberikan hasil.
Menurutnya, capaian itu menjadi indikator bahwa penanganan stunting masih berada pada jalur yang telah ditetapkan.
“Data PPGM menunjukkan angka stunting kita sudah turun menjadi sekitar 17 persen. Sebelumnya masih di atas 20 persen. Artinya upaya yang dilakukan selama ini mulai memperlihatkan hasil yang positif,” ujarnya.
Ia berharap tren penurunan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga target nasional mampu dicapai. Meski demikian, Ismed menegaskan persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah, pemerintah hingga tingkat kelurahan, serta partisipasi masyarakat.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga diproyeksikan ikut memperkuat upaya penurunan stunting. Namun, dampaknya belum dapat diukur secara langsung karena pelaksanaan program sebelumnya lebih banyak menyasar peserta didik.
“Ke depan sasaran MBG mulai diarahkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok inilah yang diharapkan memberi dampak lebih besar terhadap penurunan stunting,” jelasnya.
Dinkes optimistis sinergi lintas sektor yang terus diperkuat akan mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kota Samarinda.
Penulis : Nurfa | Editor : Redaksi


















Users Today : 345
Total Users : 1364944
Views Today : 6362
Total views : 6598467