Foto : Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Mohammad Wahiduddin
Infobenua.com, Samarinda – Keterbatasan daya tampung sekolah menengah pertama (SMP) negeri kembali menjadi tantangan dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Samarinda. Ketidakseimbangan antara jumlah lulusan sekolah dasar dengan kapasitas kursi yang tersedia membuat tidak seluruh calon peserta didik dapat diterima di sekolah negeri.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Mohammad Wahiduddin, mengatakan kondisi tersebut merupakan persoalan yang dihadapi setiap tahun. Dari total sekitar 13.079 lulusan SD, baik negeri maupun swasta, kapasitas SMP negeri hanya mampu menampung sekitar 10 ribu siswa.
“Jumlah lulusan SD negeri maupun swasta memang tidak bisa seluruhnya ditampung di SMP negeri. Dari sekitar 13.079 lulusan, daya tampung yang tersedia hanya berkisar 10 ribu kursi,” ujarnya.
Ia menjelaskan tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri juga belum diimbangi dengan persebaran pendaftar yang merata. Sebagian besar calon siswa masih berfokus pada sekolah-sekolah di kawasan perkotaan, sementara sejumlah sekolah di wilayah pinggiran masih memiliki kursi yang belum terisi.
Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan SPMB, masih terdapat sekitar 430 kursi kosong yang tersebar di beberapa sekolah, terutama di kawasan Palaran dan Samarinda Utara. Disdikbud mengimbau masyarakat segera memanfaatkan sisa kuota tersebut sebelum seluruh tahapan penerimaan berakhir.
Wahiduddin menegaskan, bagi calon siswa yang belum memperoleh sekolah negeri, pemerintah tetap mendorong agar melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Menurutnya, keberadaan sekolah swasta menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan layanan pendidikan di Kota Samarinda.
“Kalau belum tertampung di sekolah negeri karena keterbatasan daya tampung, maka alternatifnya adalah mendaftar ke sekolah swasta atau memanfaatkan sekolah negeri yang kuotanya masih tersedia,” katanya.
Disdikbud berharap masyarakat dapat mempertimbangkan seluruh pilihan sekolah yang ada sehingga seluruh lulusan SD tetap memperoleh akses pendidikan tanpa harus terkendala keterbatasan kapasitas sekolah negeri.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi


















Users Today : 347
Total Users : 1364946
Views Today : 6406
Total views : 6598511