Foto : ist
Infobenua.com, Samarinda – Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) tidak perlu khawatir soal ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim memastikan stok hewan kurban dalam kondisi aman dan surplus jauh melampaui proyeksi kebutuhan tahun ini.
Plt Kepala DPKH Kaltim, Fadly Sufiani, menjelaskan total ketersediaan hewan kurban di Kaltim saat ini mencapai sekitar 28.688 ekor, sementara kebutuhan masyarakat diproyeksikan sekitar 18.525 ekor naik dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 17.890 ekor.
Melihat tren pemotongan yang terus meningkat dari sekitar 11 ribu ekor pada 2024 menjadi 17 ribu ekor pada 2025, pemerintah memilih menyiapkan stok lebih besar sebagai langkah antisipasi.
“Kita lebih baik menyiapkan ketersediaan stok daripada nanti kebutuhan masyarakat meningkat tetapi stok tidak ada,” ujar Fadly.
Meski stok dinilai aman, ada catatan yang perlu diperhatikan. Sekitar 70 persen kebutuhan hewan kurban di Kaltim masih dipasok dari luar daerah. Peternak lokal baru mampu memenuhi sekitar 17 persen atau sekitar 4.000 ekor dari total ketersediaan.
Untuk mendorong produksi lokal, DPKH Kaltim menjalankan program Pengembangan Desa Koperasi Ternak (PDKT) yang menggabungkan kelompok peternak menjadi koperasi. Pada 2024 telah terbentuk sembilan unit koperasi ternak, bertambah 12 unit pada 2025, dan dua unit lagi pada tahun ini.
Selain sapi, stok kambing, domba, dan kerbau juga dipastikan surplus. Kambing tersedia sekitar 9.422 ekor dengan proyeksi kebutuhan 6.713 ekor, sementara domba tersedia 1.284 ekor dengan kebutuhan sekitar 779 ekor.
Fadly mencatat minat masyarakat terhadap domba mulai meningkat, baik untuk peternakan maupun kebutuhan kurban.
Untuk kerbau, minat masyarakat masih relatif rendah. Tahun lalu pemotongan kerbau hanya sekitar lima ekor, namun pemerintah tetap menyiapkan stok 15 ekor sebagai antisipasi.
Soal harga, sapi kurban saat ini dibanderol Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram berat hidup, sehingga harganya bervariasi mulai Rp17 juta hingga Rp120 juta tergantung ukuran dan kondisi hewan.
“Yang penting dalam memilih hewan kurban bukan hanya melihat harga, tetapi juga memastikan hewan sehat dan tidak cacat,” pesan Fadly.
DPKH Kaltim juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Kaltim untuk memantau kesiapan stok hewan kurban di masing-masing wilayah.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi


















Users Today : 370
Total Users : 1294524
Views Today : 1117
Total views : 6361648