INFOBENUA.COM, SAMARINDA – Persiapkan diri sedini mungkin sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Tahun 2023 di Kota Palembang, Sumatera Selatan bulan September mendatang, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provinsi Kaltim telah tuntas selenggarakan seleksi ketat, di Gelora Kadrie Oening Sempaja Samarinda.
Terbagi menjadi 3 divisi, mulai dari recurve, compound, dan standart bow. Seluruh peserta dari 8 Kabupaten/Kota di Benua Etam telah mengerahkan seluruh tenaganya dan bersaing secara sportif.
Berikut ini daftar peserta yang lolos seleksi dari masing-masing divisi :
Recurve Putri
1. Nasya Aqila NH (Balikpapan) 1518
2. Tabina Noor RS (Kutai Timur) 1491
3. Lathifah Qurrota’ayun (Balikpapan) 1477
Recurve Putra
1. M Fadel (Balikpapan) 1618
2. Naufal Prasetya (Samarinda) 1563
3. Ahmad Habibi (Paser) 1507
Compound Putri
1. Adzraa Aathirah (Samarinda) 1707
2. Azera Putri (Kutai Timur) 1684
3. Syahhira Fatihah (Samarinda) 1683
Compound Putra
1. Albar Yuda (Kutai Timur) 1741
2. M Fazel (Balikpapan) 1729
3. Raden Rizal (Samarinda) 1685
Standart Bow Putri
1. Najwa Andina (Samarinda) 1607
2. Keisha Ufairah (Samarinda) 1586
3. Gafrilla Ayundha (Samarinda) 1579
Standart Bow Putra
1. Gilang Abiyan (PPU) 1599
2. Ridho (Kutai Kartanegara) 1593
3. Ahmad Dzaki (Samarinda) 1583
Dengan hasil tersebut, 18 peserta Panahan masing-masing divisi, telah resmi akan mewakili Benua Etam pada kejuaraan Popnas mendatang.
Besar harapan Sekretaris pelaksana kejuaraan seleksi Popnas Kaltim Risman, agar atlet-atlet generasi emas Kaltim dapat menunjukkan taringnya dalam kejuaraan nasional.
“Harapannya seleksi ini bisa menimbulkan atlet-atlet generasi emas buat Kaltim, kesannya kurang lebih sama bahwasanya hasil yang di dapat di hari-hari kemarin itu dapat memicu hasil prestasi yang bagus pada saat pengadaan popnas nanti,” ungkapnya, Sabtu (4/3/23) lalu.
Walaupun sempat terkendala cuaca, ia mengakui bahwa jarak pandang peserta menjadi penentu keberlanjutan perlombaan. Apabila dirasa mengganggu, maka akan diberhentikan sejenak.
“Kalau semisal melihat dari sisi cuaca, kalau hujan ya misal jarak pandang masih bisa terlihat kita lanjut. Tapi kalau semisal jarak pandang sudah terganggu kami terpaksa untuk berhenti atau istirahat sejenak,” tutupnya.(Lisa/ADV Dispora Kaltim)



















Users Today : 170
Total Users : 1364769
Views Today : 2617
Total views : 6594722