Infobenua.com, Kyiv – Sedikitnya tujuh orang tewas dalam gelombang serangan rudal Rusia yang menghantam Kyiv dan sejumlah kota di Ukraina pada Kamis (30/7) dini hari. Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan kemungkinan adanya “serangan besar-besaran” dari Rusia.
Administrasi Militer Kota Kyiv mengonfirmasi sedikitnya satu orang tewas setelah rentetan ledakan mengguncang ibu kota. Saksi yang dikutip Reuters dan AFP melaporkan suara ledakan keras terdengar di berbagai wilayah Kyiv pada dini hari.
“Dengan sedih kami mengonfirmasi satu korban jiwa,” tulis Administrasi Militer Kota Kyiv melalui Telegram.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan Rusia melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan memperingatkan bahwa ancaman serangan susulan masih berlangsung.
“Musuh menyerang ibu kota dengan senjata balistik. Ancaman serangan berikutnya masih ada. Tetaplah berada di tempat perlindungan,” kata Klitschko.
Ia juga menyebut sejumlah lokasi nonpermukiman di Kyiv terbakar akibat serangan tersebut.
Selain ibu kota, serangan Rusia juga menghantam beberapa wilayah lain di Ukraina pada malam yang sama.
Di Kota Kryvyi Rih, Ukraina tengah, sedikitnya enam orang dilaporkan tewas setelah sebuah rudal Rusia menghantam kawasan permukiman. Korban meninggal terdiri atas dua anak perempuan berusia lima dan 12 tahun serta empat orang dewasa.
Kepala Administrasi Militer Kryvyi Rih, Oleksandr Vilkul, mengatakan rudal balistik Iskander-M yang diluncurkan dari wilayah Voronezh, Rusia, menghantam langsung sebuah rumah yang dihuni satu keluarga besar.
“Serangan langsung rudal balistik Iskander-M menghantam rumah pribadi tempat sebuah keluarga besar tinggal, menewaskan dua anak perempuan berusia lima dan 12 tahun serta empat orang dewasa,” ujar Vilkul.
Ia menambahkan delapan orang lainnya mengalami luka-luka dan jumlah korban tewas masih berpotensi bertambah.
Sementara itu, di Kota Lviv yang berada di Ukraina barat dekat perbatasan Polandia, rudal Rusia merusak dua bangunan apartemen dan menyebabkan sedikitnya enam orang terluka, menurut pejabat setempat.
Merespons eskalasi serangan tersebut, Angkatan Bersenjata Polandia mengerahkan pesawat tempur untuk mengamankan wilayah udara di sepanjang perbatasannya dengan Ukraina.
Melalui akun resminya di platform X, militer Polandia menyatakan pesawat tempur dan pesawat peringatan dini telah mulai beroperasi. Selain itu, sistem pertahanan udara berbasis darat serta jaringan radar ditempatkan dalam status siaga penuh sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan dampak serangan Rusia yang mendekati wilayah Polandia.
Beberapa jam sebelum serangan terjadi, Presiden Volodymyr Zelenskyy telah memperingatkan adanya indikasi kuat bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan berskala besar.
“Saya menerima laporan dari Komandan Angkatan Udara Anatolii Kryvonozhko. Rusia telah mempersiapkan serangan besar selama beberapa hari terakhir,” tulis Zelenskyy melalui platform X.
Zelenskyy menegaskan perlindungan terhadap warga sipil Ukraina sangat bergantung pada kesiapan negara-negara sekutu untuk menyediakan tambahan sistem pertahanan rudal.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia kembali dari kunjungan ke Amerika Serikat. Menurut Zelenskyy, Presiden Donald Trump telah menyetujui pemberian lisensi bagi Ukraina untuk memperoleh rudal pertahanan udara Patriot, yang selama ini menjadi salah satu sistem utama dalam menghadapi serangan rudal Rusia. (*)



















Users Today : 905
Total Users : 1395281
Views Today : 2294
Total views : 6691223