Infobenua.com, Zurich – Presiden FIFA Gianni Infantino mempertahankan rencana organisasi sepak bola dunia itu untuk membuka peluang investasi swasta pada bisnis komersialnya. Menurutnya, proyek bernilai miliaran dolar Amerika Serikat tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat perkembangan sepak bola global, meski menuai penolakan dan kritik dari sejumlah pemangku kepentingan, terutama di Eropa.
Dalam video yang dirilis pada Rabu (29/7) malam, Infantino menyebut inisiatif tersebut sebagai “peluang emas” bagi pengembangan sepak bola di berbagai negara.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya penolakan terhadap proposal FIFA. UEFA menjadi satu-satunya konfederasi yang secara terbuka menyatakan keberatan dan dijadwalkan menggelar pertemuan darurat pada Kamis (30/7) guna membahas rencana tersebut.
Sebelumnya, sejumlah pejabat sepak bola Eropa, termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) Bernd Neuendorf, telah mendiskusikan proposal itu melalui konferensi video yang difasilitasi UEFA.
Neuendorf mengingatkan FIFA agar tidak mengabaikan suara para pendukung sepak bola.
“Kita tidak boleh kehilangan dukungan para penggemar, tetapi kita sedang menuju ke arah menghilangkan dukungan itu. Menurut saya, ini sangat bermasalah dan tidak bisa diterima,” ujarnya kepada media Jerman, ZDF.
Selain isi proposal, sejumlah pihak juga mengkritik waktu yang diberikan kepada 211 asosiasi anggota FIFA untuk mempelajari rencana tersebut. Tenggat yang dinilai terlalu singkat memicu tudingan bahwa FIFA berupaya mendorong persetujuan melalui insentif pendanaan yang besar.
Beberapa pengkritik bahkan menyebut proposal itu sebagai bentuk suap, pemerasan, hingga upaya menjual sepak bola kepada investor swasta.
Infantino membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan tetap dilakukan secara demokratis dan hanya dapat berjalan apabila memperoleh dukungan mayoritas dari 211 asosiasi anggota FIFA serta persetujuan Dewan FIFA.
Di luar Eropa, proposal tersebut diperkirakan memperoleh dukungan yang lebih luas. Banyak asosiasi anggota menilai skema baru itu berpotensi meningkatkan pendapatan dan memperkuat pengembangan sepak bola di negara masing-masing.
“Nilai komersial sepak bola memang terus meningkat, tetapi belum cukup banyak dana yang sampai ke bagian sepak bola yang paling membutuhkannya,” kata Infantino.
Dalam proposal tersebut, FIFA berencana membentuk perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan mengelola seluruh aktivitas komersial organisasi, mulai dari hak siar, sponsor, penjualan tiket, lisensi, hingga penyelenggaraan turnamen.
Nilai perusahaan itu diperkirakan mencapai sekitar US$20 miliar. FIFA akan menawarkan hingga 20 persen kepemilikan kepada investor swasta, namun tetap mempertahankan mayoritas saham serta kendali penuh atas perusahaan tersebut.
Jika proposal disetujui, setiap asosiasi anggota FIFA berpeluang memperoleh tambahan pendanaan hingga US$40 juta untuk periode 2027–2030. Dana tersebut mencakup bantuan satu kali serta pendanaan pengembangan melalui program FIFA.
Pada periode berikutnya, nilai pendanaan diproyeksikan mencapai hingga US$22 juta per asosiasi untuk 2031–2034 dan meningkat menjadi hingga US$24 juta pada periode 2035–2038.
Infantino menegaskan bahwa masuknya investor tidak akan mengubah struktur tata kelola FIFA maupun hak dan kewajiban asosiasi anggotanya. Menurutnya, FIFA tetap akan memegang kepemilikan mayoritas FFE dan mempertahankan kendali atas seluruh keputusan terkait kompetisi.
Dalam surat yang dikirim kepada asosiasi anggota, Infantino menyatakan paket pendanaan senilai US$10 miliar akan mulai tersedia pada 1 Januari 2027 apabila proposal tersebut mendapat persetujuan.
“Jika Anda memilih untuk melanjutkan rencana ini, paket senilai 10 miliar dolar AS akan tersedia mulai 1 Januari 2027. Ini akan menjadi tahap berikutnya dalam perjalanan kita bersama,” tulis Infantino.
Ia menambahkan bahwa asosiasi anggota hanya diminta untuk tetap memberikan kepercayaan kepada FIFA.
“Sebagai imbalannya, yang kami butuhkan hanyalah kepercayaan Anda yang berkelanjutan. Selebihnya akan tetap sama,” tulisnya.
Sebaliknya, apabila proposal ditolak, asosiasi anggota hanya akan menerima sekitar US$10 juta per asosiasi melalui paket pendanaan senilai US$2,7 miliar.
Perbedaan nilai pendanaan tersebut menjadi salah satu sumber kritik utama. UEFA menilai FIFA memberikan tekanan kepada asosiasi anggota agar segera menyetujui proposal sebelum batas waktu pada 19 September 2026.
Keberatan juga datang dari Asosiasi Pesepak Bola Profesional Australia (PFA). Organisasi tersebut menilai FIFA tidak menjalankan proses yang transparan dan gagal melibatkan pemain maupun penggemar dalam pembahasan proposal.
“PFA prihatin dengan kurangnya transparansi mengenai proposal ini dan tidak adanya konsultasi yang berarti dengan mereka yang menciptakan nilai yang ingin dimanfaatkan FIFA, yakni para pemain dan penggemar,” kata PFA.
PFA juga menilai sepak bola sedang menghadapi ancaman terhadap identitasnya akibat meningkatnya kepentingan komersial dalam penyelenggaraan turnamen.
“Turnamen-turnamen ini seharusnya tidak untuk dijual,” kata PFA.
Organisasi pemain sepak bola dunia, FIFPRO, turut menyampaikan kekhawatiran bahwa skema tersebut dapat mengubah secara permanen kepentingan komersial yang mendasari kompetisi tempat para pemain membangun karier mereka.
Selain itu, sejumlah konfederasi dan asosiasi nasional mengaku terkejut karena proposal diumumkan sebelum melalui pembahasan yang lebih luas dengan pemangku kepentingan sepak bola. Federasi Sepak Bola Australia, misalnya, belum menentukan sikap dan masih meminta penjelasan lebih rinci kepada FIFA mengenai dampak strategis, komersial, dan tata kelola dari rencana tersebut.
Di sisi lain, Presiden Federasi Sepak Bola Ceko menyatakan proposal itu berpotensi memberikan manfaat bagi perkembangan sepak bola melalui peningkatan dukungan pendanaan FIFA.
Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Afrika dijadwalkan membahas proposal tersebut pekan depan. Hingga kini, CONMEBOL maupun Konfederasi Sepak Bola Oseania belum menyampaikan sikap resmi terkait rencana FIFA tersebut. (*)



















Users Today : 905
Total Users : 1395281
Views Today : 2292
Total views : 6691221