InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Profesor Cina Usulkan Bahasa Inggris Tak Lagi Jadi Mata Pelajaran Wajib

by Hery Kuswoyo
Jumat, 11 September 2026, 22:32
in Internasional
Mata pelajaran bahasa Mandarin di Riyadh, Arab Saudi.

Mata pelajaran bahasa Mandarin di Riyadh, Arab Saudi.

Bagikan

Infobenua.com, Beijing — Perdebatan mengenai posisi bahasa Inggris dalam sistem pendidikan Cina kembali mengemuka setelah Tang Jiafeng, profesor matematika yang mengkhususkan diri pada aljabar vektor, mengusulkan agar bahasa tersebut tidak lagi ditempatkan sebagai mata pelajaran utama di sekolah dan universitas.

Tang menilai porsi bahasa Inggris dalam pendidikan Cina terlalu besar dibandingkan manfaatnya bagi sebagian besar masyarakat. Menurutnya, perhatian pendidikan seharusnya lebih diarahkan pada penguasaan bahasa Mandarin dan bidang ilmu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Anak-anak kita kesulitan belajar bahasa Inggris, bahkan sebelum mereka benar-benar menguasai bahasa ibu mereka sendiri. Padahal, kita adalah peradaban yang telah berusia ribuan tahun. Bahasa Inggris hanyalah sebuah alat. Cukup jika kita bisa menggunakannya. Tradisi memuja dan meniru budaya Barat harus diakhiri,” jelas profesor matematika tersebut.

Di Cina, bahasa Inggris mulai diajarkan sebagai mata pelajaran wajib sejak kelas tiga. Posisinya dalam sistem pendidikan juga cukup besar karena menjadi salah satu mata pelajaran yang diperhitungkan bersama bahasa Mandarin dan matematika dalam berbagai ujian pendidikan, termasuk ujian masuk sekolah menengah hingga ujian akhir sekolah menengah atas.

Pada ujian akhir SMA, bahasa Inggris memiliki nilai maksimum 150 poin.

Tang mempertanyakan besarnya waktu, biaya, dan tenaga yang dicurahkan siswa, orang tua, serta sekolah untuk mempersiapkan mata pelajaran tersebut. Ia menilai manfaat penguasaan bahasa Inggris tidak selalu sebanding dengan beban yang ditimbulkan, terutama bagi mereka yang nantinya tidak menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan profesional.

“Berapa banyak sumber daya dan waktu yang diinvestasikan oleh anak-anak kita, orang tua, dan sekolah ke dalam mata pelajaran yang bagi sebagian besar orang sama sekali tidak relevan bagi kehidupan profesional mereka?” demikian ujar sang ahli matematika tersebut menjelaskan pandangannya.

Nama Tang sendiri dikenal luas setelah sejumlah mahasiswanya memperoleh nilai sempurna dalam ujian matematika nasional. Pada angkatan 2011, enam mahasiswa dari satu kelas disebut berhasil meraih nilai penuh.

Usulan Memicu Perdebatan di Internet

Gagasan Tang segera memicu diskusi di media sosial Cina. Sebagian warganet mempertanyakan perlunya menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menguasai bahasa Inggris ketika teknologi penerjemahan berbasis kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang.

“Mengapa harus menghafal bahasa Inggris,jika Kecerdasan Buatan (AI)bisa menerjemahkan semuanya dalam hitungan detik?” komentar seorang warganet asal Beijing.

Warganet lainnya mengusulkan agar bobot bahasa Inggris dalam ujian diturunkan tanpa menghapus mata pelajaran tersebut sepenuhnya. Salah satu usulan dari pengguna internet di Guangdong adalah memangkas nilai maksimum bahasa Inggris dalam ujian akhir SMA dari 150 menjadi 120 poin.

Perdebatan tersebut juga berkaitan dengan biaya pendidikan tambahan yang harus dikeluarkan keluarga. Banyak orang tua membayar les privat yang secara khusus mempersiapkan anak menghadapi ujian bahasa Inggris.

Di tingkat perguruan tinggi, mahasiswa sarjana juga diwajibkan memenuhi persyaratan bahasa Inggris tertentu sebelum dapat melanjutkan ke program magister. Tang menilai persyaratan tersebut berpotensi menghambat sebagian mahasiswa berbakat di bidang sains yang kemampuan bahasa Inggrisnya tidak sebanding dengan kemampuan akademiknya.

Bahasa Inggris Masih Penting bagi Sains

Di sisi lain, pengurangan peran bahasa Inggris dikhawatirkan dapat menimbulkan konsekuensi bagi daya saing akademik dan teknologi Cina. Bahasa Inggris masih menjadi bahasa utama dalam publikasi ilmiah internasional, termasuk penelitian mengenai teknologi dan bidang-bidang futuristik. Mata pelajaran MINT—Matematika, Informatika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi—juga sangat bergantung pada akses terhadap literatur berbahasa Inggris.

Sejumlah pendapat yang beredar di internet memperingatkan bahwa pengurangan jam pelajaran bahasa Inggris dapat membuat peneliti dan mahasiswa Cina semakin sulit mengakses perkembangan ilmu pengetahuan global. Salah satu pihak yang menentang gagasan mengurangi posisi bahasa Inggris adalah Hu Xijin, mantan pemimpin redaksi surat kabar milik negara Global Times yang dikenal dengan pandangan nasionalisnya.

Hu menilai kemampuan menggunakan bahasa asing tetap penting dalam dunia yang semakin terhubung.

“Karena kita terutama hidup di masa kini,”

Menurut Hu, perdebatan mengenai bahasa asing tidak dapat dilepaskan dari perubahan Cina dan keterhubungannya dengan dunia.

“Masa kini ini ditandai oleh globalisasi. Pembukaan diri Cina bukan hanya kebijakan negara, tetapi juga memperluas ruang gerak masyarakat serta jangkauan kepentingan hidup mereka yang beragam, baik material maupun non-material,” jelas Hu.

Ia memperingatkan bahwa membenturkan bahasa asing dengan budaya tradisional Cina dapat mengarahkan perdebatan ke persoalan yang tidak produktif.

“Memaksakan pertentangan antara bahasa asing dan budaya tradisional Cina dengan memaksakan pertanyaan mana yang lebih penting, berisiko menetapkan prioritas yang salah dan mempolitisasi diskusi publik secara tidak perlu,” tegas mantan pimred tersebut.

Menurut Hu, mempertahankan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran utama juga berkaitan dengan pemerataan kesempatan. Anak-anak di wilayah pedesaan, misalnya, dapat memperoleh akses terhadap bahasa yang digunakan secara luas dalam komunikasi internasional dan berbagai sumber pengetahuan global.

Universitas Mulai Sesuaikan Kurikulum

Perubahan kebutuhan dunia kerja juga mendorong sejumlah perguruan tinggi Cina menyesuaikan pendidikan bahasa asing. Universitas yang memiliki program khusus bahasa asing menghadapi tantangan untuk memastikan lulusan tidak hanya menguasai bahasa, tetapi juga memiliki keahlian profesional yang relevan.

Seorang dosen di Beijing yang berbicara secara anonim kepada DW mengatakan minat lulusan SMA untuk mempelajari bahasa Jerman semakin menurun.

Universitas Studi Luar Negeri Beijing kemudian mengembangkan pendekatan yang menggabungkan bahasa asing dengan bidang keahlian lain. Dalam model tersebut, mahasiswa dapat mempelajari bahasa Inggris sekaligus mengambil spesialisasi seperti hukum, teknologi informasi, atau ekonomi.

Pendekatan itu menunjukkan bahwa perdebatan di Cina tidak semata-mata berkisar pada apakah bahasa Inggris harus dipertahankan atau dihapuskan. Persoalan yang lebih luas adalah bagaimana pendidikan bahasa asing dapat disesuaikan dengan kebutuhan akademik, ekonomi, dan perubahan teknologi.

Perdebatan Lama tentang Belajar dari Barat

Perdebatan mengenai hubungan antara bahasa asing, budaya Cina, dan kemajuan nasional sebenarnya bukan hal baru.

Pada akhir abad ke-19, ketika Dinasti Qing masih berkuasa, gagasan untuk mempelajari teknologi dan pengetahuan dari negara-negara lain juga menjadi bagian dari Gerakan Penguatan. Salah satu tokohnya, cendekiawan istana Wei Yuan, mendorong masyarakat Cina mempelajari keunggulan negara lain untuk memperkuat posisi Cina.

“Pelajarilah keunggulan dari luar negeri agar kelak dapat mengungguli mereka,” kata Wei Yuan, seorang cendekiawan istana pada masa itu.

Penguasaan bahasa asing menjadi salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan tersebut secara langsung dari sumbernya. Situasi Cina saat ini bahkan menunjukkan perubahan posisi dalam hubungan pengetahuan global. Di sejumlah bidang, negara-negara lain mulai mempelajari teknologi yang dikembangkan Cina, termasuk teknologi baterai untuk kendaraan dan robotika humanoid.

Perdebatan mengenai bahasa Inggris pada akhirnya memperlihatkan ketegangan antara dua kepentingan: mempertahankan akses Cina terhadap dunia global dan memperkuat identitas serta prioritas pendidikan domestik. (*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
Kadin Balikpapan: Mahligai Nusantara Buka Peluang UMKM Tembus Pasar Global

Kadin Balikpapan: Mahligai Nusantara Buka Peluang UMKM Tembus Pasar Global

Minggu, 13 September 2026, 7:49
Polsek Sungai Pinang Back Up Penanganan Kebakaran Lahan di Muara Badak

Polsek Sungai Pinang Back Up Penanganan Kebakaran Lahan di Muara Badak

Minggu, 13 September 2026, 7:44
Pertalite Dipangkas 18,09 Persen, Pemprov Kaltim Desak Kuota Dipulihkan

Pertalite Dipangkas 18,09 Persen, Pemprov Kaltim Desak Kuota Dipulihkan

Sabtu, 12 September 2026, 23:43
Water Bombing Karhutla Kaltim Digelar Estafet Sesuai Titik Api

Water Bombing Karhutla Kaltim Digelar Estafet Sesuai Titik Api

Sabtu, 12 September 2026, 23:40

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1478418
Users Today : 274
Total Users : 1478418
Views Today : 460
Total views : 6875161
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com