Foto : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Buyung Dodi Gunawan
Infobenua.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan pola pemadaman udara secara estafet untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pergerakan helikopter pengebom air disesuaikan dengan perkembangan titik panas dan lokasi kebakaran yang membutuhkan penanganan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan pola tersebut diterapkan agar dukungan pemadaman dari udara dapat diarahkan ke wilayah yang membutuhkan penanganan secara cepat.
Menurutnya, operasi tidak dipusatkan pada satu daerah sepanjang waktu, tetapi dapat berpindah mengikuti kondisi kebakaran dan hasil pemantauan di lapangan.
“Langkah ini diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas dan menimbulkan dampak kabut asap yang lebih besar,” kata Buyung.
Pada Rabu, operasi udara diarahkan ke wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, termasuk kawasan pantai hingga luar pantai. Pemadaman dari udara dilakukan untuk memperkuat penanganan tim di darat yang sekaligus melakukan pengecekan langsung terhadap lokasi titik api atau ground check.
Skema serupa selanjutnya disiapkan untuk wilayah lain. BPBD kabupaten diminta memastikan titik sasaran sehingga helikopter dapat langsung diarahkan ketika operasi berpindah.
Buyung meminta BPBD Kutai Barat menyiapkan lokasi sasaran untuk pelaksanaan operasi berikutnya. Jika kondisi di wilayah tersebut belum memungkinkan, pemadaman udara akan diarahkan ke Penajam Paser Utara dan Paser sebelum berlanjut ke Berau.
“Kami mohon BPBD Kutai Barat bersiap menetapkan titik lokasi sasaran karena rencana besok operasi digeser ke Kutai Barat. Jika belum memungkinkan, opsi cadangan diarahkan ke Penajam Paser Utara dan Paser, baru kemudian berlanjut ke Berau,” katanya.
Di sisi lain, Pendamping Penanggulangan Karhutla BNPB untuk Kaltim Riski menekankan pentingnya pembaruan data dari daerah sebagai dasar penentuan sasaran pemadaman udara.
Data tersebut, kata dia, harus memuat informasi titik panas dan titik api secara presisi agar helikopter tidak melakukan pengeboman air secara sembarangan.
“Kami sangat membutuhkan pembaruan laporan dari daerah setiap harinya, terutama pada pagi dan sore hari. Data presisi hotspot dan firespot tersebut sangat vital bagi tim udara dalam menentukan target pengeboman air secara tepat dan efektif di lapangan,” kata Riski.
Dengan pola operasi yang berpindah berdasarkan perkembangan titik api, Pemprov Kaltim dan BNPB berupaya memastikan sumber kebakaran yang terdeteksi dapat segera ditangani. Strategi tersebut sekaligus diarahkan untuk membatasi penyebaran api dan menekan potensi kabut asap selama musim kemarau.

















Users Today : 270
Total Users : 1478414
Views Today : 447
Total views : 6875148