InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Produksi Minyak Arab Saudi Turun ke Level Terendah dalam 36 Tahun, OPEC Hadapi Tekanan Baru

by Hery Kuswoyo
Sabtu, 12 September 2026, 0:00
in Internasional
Ilustrasi

Ilustrasi

Bagikan

Infobenua.com, Riyadh — Arab Saudi melaporkan kepada Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bahwa produksi minyak mentahnya anjlok pada Agustus 2026 ke level terendah sejak 1990. Penurunan tajam tersebut terjadi ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas dan mengganggu jalur ekspor minyak kerajaan di Teluk Persia.

Dalam laporan bulanan OPEC yang diperoleh Bloomberg, Riyadh menyampaikan bahwa produksi minyak mentah turun sekitar 1,9 juta barel per hari menjadi 6,238 juta barel per hari.

Angka tersebut bahkan berada di bawah titik terendah yang pernah dilaporkan Arab Saudi pada April, yang sebelumnya menjadi level produksi terendah sejak Perang Teluk. Penurunan produksi ini menandai kemunduran baru bagi produsen minyak terbesar di OPEC setelah beberapa bulan sebelumnya sempat meningkatkan produksi.

Gangguan Ekspor Tekan Pasokan

Penurunan produksi Arab Saudi terjadi bersamaan dengan meningkatnya gangguan terhadap pengiriman minyak di kawasan Teluk. Harga minyak mentah Brent pekan ini melonjak menembus US$100 per barel setelah terjadi serangan baru terhadap kapal tanker minyak di Teluk Persia. Kenaikan harga tersebut kembali meningkatkan tekanan inflasi dan biaya energi di berbagai negara.

Data pelacakan kapal tanker yang dikompilasi Bloomberg juga menunjukkan tren serupa dengan laporan pemerintah Saudi. Ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Agustus diperkirakan turun sekitar sepertiga dibandingkan bulan sebelumnya menjadi sekitar 3 juta barel per hari.

Meski produksi menurun tajam, Arab Saudi melaporkan kepada OPEC bahwa “pasokan ke pasar” mencapai 7,122 juta barel per hari pada Agustus. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan volume produksi, sehingga mengindikasikan kerajaan kemungkinan memenuhi sebagian kebutuhan pasar dengan menggunakan cadangan minyak yang tersimpan.

Penilaian OPEC Berbeda

Laporan bulanan OPEC memuat dua jenis data produksi minyak, yakni laporan resmi yang disampaikan negara anggota dan estimasi dari sejumlah perusahaan eksternal yang disebut sebagai “sumber sekunder.”

Menurut penilaian sumber sekunder tersebut, produksi minyak Arab Saudi pada Agustus tidak turun sedalam laporan pemerintah Saudi. Rata-rata estimasi menunjukkan produksi Saudi berada di level sekitar 7,276 juta barel per hari, hanya sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Perbedaan tersebut mencerminkan adanya variasi metode penghitungan antara data resmi pemerintah dan pemantauan independen terhadap aktivitas produksi serta ekspor minyak.

OPEC Hadapi Ancaman Perpecahan

Di tengah tekanan akibat konflik Iran, OPEC juga menghadapi tantangan baru yang berpotensi memengaruhi soliditas organisasi. Venezuela, salah satu anggota pendiri OPEC, dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk keluar dari kelompok tersebut setelah hubungan Caracas dengan Washington mengalami perubahan signifikan.

Presiden Donald Trump disebut berhasil menarik Venezuela kembali ke dalam pengaruh Amerika Serikat melalui kesepakatan yang memberikan AS kendali mayoritas atas sebagian besar cadangan minyak negara Amerika Selatan itu. Ancaman keluarnya Venezuela muncul hanya beberapa bulan setelah Uni Emirat Arab resmi meninggalkan OPEC.

UEA memutuskan keluar karena ketidakpuasan terhadap kebijakan pembatasan produksi yang diterapkan organisasi tersebut selama bertahun-tahun. Di sisi lain, Irak juga terus mendesak OPEC agar mengakui kapasitas produksi minyaknya yang lebih tinggi. Baghdad sebelumnya memperingatkan akan mempertimbangkan keluar dari OPEC apabila tidak memperoleh kuota produksi yang dianggap sesuai.

Rangkaian perkembangan tersebut menambah tekanan terhadap organisasi produsen minyak terbesar di dunia, yang kini harus menghadapi penurunan produksi di Arab Saudi sekaligus potensi berkurangnya jumlah anggota di tengah ketidakpastian pasar energi global. (*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
Produksi Minyak Arab Saudi Turun ke Level Terendah dalam 36 Tahun, OPEC Hadapi Tekanan Baru

Produksi Minyak Arab Saudi Turun ke Level Terendah dalam 36 Tahun, OPEC Hadapi Tekanan Baru

Sabtu, 12 September 2026, 0:00
Ekspor Batu Bara Indonesia Agustus Anjlok 23 Persen, Dampak Debit Air Sungai di Kalimantan

Ekspor Batu Bara Indonesia Agustus Anjlok 23 Persen, Dampak Debit Air Sungai di Kalimantan

Jumat, 11 September 2026, 23:39
Houthi Rebut Mokha, Kekhawatiran Perang Saudara Yaman Kembali Berkobar

Houthi Rebut Mokha, Kekhawatiran Perang Saudara Yaman Kembali Berkobar

Jumat, 11 September 2026, 23:25
Hungaria Usir 10 Diplomat Rusia, Menandai Pergeseran Drastis dari Era Viktor Orban

Hungaria Usir 10 Diplomat Rusia, Menandai Pergeseran Drastis dari Era Viktor Orban

Jumat, 11 September 2026, 23:15

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1476685
Users Today : 195
Total Users : 1476685
Views Today : 312
Total views : 6871727
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com