Foto: Ketua TP PKK Kaltim, Sarifah Suraidah Harum, saat menghadiri pelantikan TP PKK Kukar. (Dok. Adpim Pemprov Kaltim)
Infobenua.com Samarinda — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya dalam mengatasi dua masalah kesehatan serius yang mengancam masa depan generasi muda: lstunting dan tuberkulosis (TBC).
Ketua TP PKK Kaltim, Sarifah Suraidah Harum, menyebut kedua isu tersebut menjadi prioritas utama yang harus segera ditangani secara kolaboratif. Jika diabaikan, dampaknya bisa sangat fatal, baik bagi kesehatan individu maupun kualitas sumber daya manusia Kaltim di masa depan.
“Kami konsentrasi penuh untuk menurunkan angka stunting, termasuk di Kukar yang masih tergolong tinggi,” tegas Sarifah saat menghadiri pelantikan TP PKK Kukar di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (23/6/2025).
Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak. Masalah ini berkaitan erat dengan perkembangan otak, penurunan daya tahan tubuh, hingga risiko penyakit kronis seperti jantung dan diabetes. Sementara TBC dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, kehilangan berat badan ekstrem, bahkan kematian.
Yang lebih mengkhawatirkan, stunting dan TBC dapat saling memperburuk kondisi. Anak yang mengalami stunting lebih rentan tertular TBC, sementara penderita TBC yang kekurangan gizi juga berisiko alami stunting. Kombinasi keduanya bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan dan masalah kesehatan jangka panjang yang kompleks.
Sarifah mengingatkan bahwa PKK tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi dari semua pihak, termasuk seluruh **kader PKK dari 10 kabupaten/kota** di Kaltim. Kolaborasi menjadi kunci agar program pencegahan bisa menjangkau hingga ke tingkat keluarga.
“Kader PKK harus solid, saling dukung, meski berasal dari latar belakang berbeda. Perbedaan itu justru memperkaya cara pandang dan strategi kerja kita,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kekompakan dalam organisasi. Menurutnya, semangat kebersamaan adalah fondasi utama agar gerakan PKK tetap kuat dan efektif dalam menyentuh masyarakat.
“Kita harus tetap guyub, meski berbeda raga. Jangan sampai saling sikut. Semua harus bergerak seirama,” pesan Sarifah.
TP PKK Kaltim berharap seluruh kader di daerah bisa menjadi ujung tombak dalam mendeteksi, mencegah, dan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang serta pola hidup bersih untuk mencegah stunting dan TBC.
Adv Diskominfo Kaltim
penulis Frida editor eka mandiri


















Users Today : 106
Total Users : 1290721
Views Today : 204
Total views : 6346083