Balikpapan – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah kejadian di antaranya di Juata Kerikil (Tarakan) dan Marangkayu (Kutai Kartanegara) dapat segera dilokalisasi dan dipadamkan oleh tim gabungan sebelum meluas.
Ketangguhan respons cepat ini kembali teruji saat insiden kebakaran lahan semak belukar melalap area seluas 4 hektare di Jalan Sepinggan Asri RT 44, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Kamis (27/8/2026).
Peristiwa yang terjadi di lahan milik PT Balikpapan Lestari dan sebagian lahan warga tersebut pertama kali diketahui pukul 09.30 WITA setelah warga melihat kepulan asap putih tebal, yang kemudian langsung dilaporkan ke Pusdalops Kota Balikpapan.
Hanya dalam waktu 20 menit, armada Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Balikpapan tiba di lokasi pada pukul 09.50 WITA dan langsung memimpin aksi pemadaman. Operasi ini melibatkan gabungan personel berskala besar, termasuk Dandim 0905/BPP Kol Inf Denny Salurerung, S.Sos., Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, S.I.K., M.Si., dan Danlanud Dhomber Bpp Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, M.Han., beserta unsur As Intel Kasdam VI/Mlw, Kazidam VI/Mlw, Wakapolres Balikpapan, Danramil 0905-03/Balikpapan Barat, hingga Kapolsekta Balikpapan Selatan.
Aksi pemadaman di lapangan turut didukung oleh unit Damkar BPBD Kota Balikpapan, Lanud Dhomber, Kodim 0905/BPP, Brimobda Kaltim, Tim Rescue Brimob, Tim 110 Polresta, Basarnas, Relawan, Kasi Trantib Sepinggan, Babinsa, Babinter, Bhabinkamtibmas, serta partisipasi aktif Ketua RT 44 & 45 dan warga setempat. Armada yang dikerahkan meliputi 5 unit kendaraan PMK Kota Balikpapan, 2 unit penyuplai air, 1 unit PMK Polda Kaltim, 1 unit kendaraan operasional Polresta, dan 1 unit PMK Kodim 0905/BPP.
Kejadian tersebut ditinjau langsung oleh Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si. bersama Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Polisi Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H.
Berdasarkan hasil pemantauan awal, kebakaran diduga akibat kelalaian Sdr. Lilo (40), warga RT 45 yang mengidap keterbelakangan mental. Berkat koordinasi yang sigap, seluruh proses pemadaman selesai pada pukul 14.30 WITA dalam keadaan aman tanpa ada korban jiwa.
Pangdam VI/Mulawarman menegaskan, kondisi penanganan karhutla saat ini jauh lebih terkendali dibandingkan periode sebelumnya karena faktor kecepatan deteksi, pengerahan personel, serta kesiapan sarana pemadaman.
“Setiap muncul titik api, jajaran langsung bergerak bersama unsur terkait. Kita dorong kecepatan deteksi dan kecepatan bertindak agar api tidak meluas,” ujar Pangdam.
Penanganan karhutla regional juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang melibatkan BMKG, OIKN, TNI AU, BNPB, dan Pemprov Kaltim untuk mengoptimalkan potensi awan hujan guna mengurangi kekeringan serta memelihara ketersediaan air di kawasan IKN dan DAS Sepaku. Data Pemprov Kaltim mencatat tren kebakaran terus menurun meskipun daerah ini masih berstatus Siaga Bencana Karhutla, dengan total 196 kejadian (388,8 hektare) hingga pertengahan Agustus 2026.
Pangdam mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan selalu melaporkan titik api sekecil apa pun. Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, OIKN, BMKG, BNPB, dan masyarakat di wilayah Kaltim hingga Kaltara (seperti Bulungan dan Tana Tidung) terus diperkuat agar ancaman karhutla dapat ditekan serendah mungkin selama musim kemarau.
Penyunting: Irwanto.s | sumber: Pendam VI/Mlw


















Users Today : 13
Total Users : 1449879
Views Today : 16
Total views : 6793058