Infobenua.com Samarinda — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menaruh perhatian serius terhadap ketimpangan akses dan kualitas pendidikan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Disdikbud Kaltim kini tengah melakukan pemetaan kebutuhan sekolah untuk memastikan bantuan dapat diberikan secara merata dan tepat sasaran.
Hal ini disampaikan oleh Kepala UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tekkom dan Infodik) Disdikbud Kaltim, Muchamad Awaludin, usai konferensi pers di Ruang WIEK, Kantor Diskominfo Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda.
“Permasalahan disparitas memang tidak bisa kita pungkiri, beberapa desa terutama yang berada di wilayah 3T masih tertinggal dari segi fasilitas pendidikan,” ujarnya.
Awaludin mengungkapkan bahwa pemetaan dilakukan untuk menanggapi berbagai tantangan yang menghambat proses belajar mengajar, khususnya terbatasnya akses internet, ketiadaan listrik, serta sarana dan prasarana dasar seperti meja dan kursi di ruang kelas.
“Bantuan yang kami siapkan harus sesuai dengan kebutuhan. Kalau sekolah butuh meja dan kursi, ya itu yang harus kami berikan. Bantuan ini juga akan menyasar sekolah-sekolah di wilayah pinggiran, bukan hanya yang di pusat kota,” tambahnya.
Saat ini, bantuan jaringan internet dari Pemprov untuk jenjang SMA/SMK baru mencakup 218 sekolah. Sebagian besar sekolah di kawasan 3T masih berada di zona *blank spot* atau tidak terjangkau sinyal telekomunikasi, sehingga belum bisa mengakses sistem pembelajaran daring secara optimal.
Selain masalah infrastruktur, ketimpangan juga terlihat dari kompetensi tenaga pendidik. Guru-guru di wilayah 3T dinilai belum memiliki pengembangan kompetensi setara dengan rekan sejawat di kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan. Dampaknya, kualitas pembelajaran yang diterima siswa juga tertinggal.
Untuk mengatasi hal ini, Disdikbud Kaltim berencana mengembangkan sistem pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi. Nantinya, guru-guru berkualitas dari daerah maju akan mengajar siswa di 3T melalui platform daring seperti Zoom atau aplikasi sejenis.
“Ini adalah langkah agar siswa di pelosok tetap bisa diajar oleh guru yang kompetensinya tinggi. Kita harus manfaatkan teknologi sebaik mungkin,” tegas Awaludin.
Ia menambahkan bahwa tahun ini Disdikbud Kaltim akan memperkuat proses identifikasi kebutuhan sekolah di seluruh daerah, sebagai dasar dalam penyaluran bantuan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Dengan pemetaan ini, kami berharap tidak ada lagi sekolah yang luput dari perhatian. Semua anak-anak di Kaltim, di mana pun mereka tinggal, harus mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan,” pungkasnya.
Adv Diskominfo Kaltim
penulis Frida editor eka mandiri



















Users Today : 1032
Total Users : 1290460
Views Today : 2863
Total views : 6345036