Teks foto: Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno
Infobenua.com Samarinda –Area parkir Teras Samarinda Tahap II di kawasan Masjid Raya Darussalam dan Pasar Pagi diusulkan menggunakan mesin portal. Sistem tersebut dinilai dapat membuat transaksi parkir lebih terukur sekaligus memudahkan pemerintah memantau potensi retribusi yang masuk ke kas daerah.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, mengatakan pengelolaan parkir secara manual memiliki celah dalam pencatatan penerimaan. Karena itu, sistem berbasis mesin perlu dipertimbangkan sejak awal sebelum area parkir tersebut digunakan secara optimal.
“Kalau mengandalkan orang saja bisa terjadi kebocoran. Jadi harus sistem portal agar pendapatan dari sektor tersebut terpantau,” ujar Jasno (7/9/2026).
Menurut Jasno, kawasan parkir di sekitar Masjid Raya Darussalam dan Pasar Pagi memiliki kapasitas yang cukup, terutama untuk kendaraan roda dua. Lokasinya juga relatif dekat dengan kawasan Teras Samarinda sehingga berpotensi menjadi kantong parkir bagi pengunjung.
Namun, potensi tersebut menurutnya harus diikuti sistem pengelolaan yang jelas. Pemerintah perlu memastikan kendaraan yang masuk dan keluar tercatat, termasuk jumlah transaksi yang terjadi setiap hari.
Jasno juga meminta pemerintah memperhatikan pola kerja sama dengan masyarakat yang selama ini mengelola parkir di sekitar Masjid Raya Darussalam.
Ia menilai keterlibatan masyarakat tetap dapat dipertahankan melalui mekanisme kerja sama dan pembagian hasil yang disepakati. Dengan demikian, penggunaan sistem portal tidak serta-merta menghilangkan peran pengelola lokal.
“Kalau dibuat sistem portal bagus untuk meningkatkan PAD. Skema pembagiannya nanti disesuaikan,” katanya.
Sementara itu, persoalan parkir di Teras Samarinda Tahap I juga menjadi bahan evaluasi. Jasno menilai lokasi parkir resmi yang tersedia masih cukup jauh dari kawasan utama ruang publik tersebut.
Jarak tersebut diperparah dengan kondisi jalur pedestrian yang belum memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Akibatnya, sebagian masyarakat memilih meninggalkan kendaraan di lokasi lain yang lebih dekat.
“Seharusnya akses untuk jalan kaki diperbaiki, agar masyarakat nyaman. Karena trotoar kurang bagus dan terkesan kumuh, orang banyak yang parkir di tempat yang tidak disediakan,” ujarnya.
Jasno menyebut kendaraan pengunjung masih ditemukan parkir di sekitar sisi jalan kawasan kantor Gubernur, termasuk di sekitar pertokoan dan minimarket di seberang Teras Samarinda.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan penataan parkir harus dibarengi dengan penyediaan akses pejalan kaki yang layak. Pengunjung akan lebih mudah diarahkan ke lokasi parkir resmi apabila perjalanan dari kantong parkir menuju ruang publik terasa aman dan nyaman.
Karena itu, ia meminta pemerintah tidak hanya memikirkan lokasi parkir, tetapi juga sistem pengelolaan dan akses menuju kawasan Teras Samarinda.
Jasno berharap rencana parkir Teras Samarinda Tahap II dapat menjadi kesempatan bagi pemerintah membangun pola pengelolaan yang lebih tertib. Pencatatan berbasis mesin dinilai dapat membantu mengetahui jumlah kendaraan sekaligus potensi penerimaan dari sektor parkir secara lebih jelas.
Selain itu, mekanisme kerja sama dengan masyarakat perlu disusun sejak awal agar pengelolaan parkir tetap berjalan tanpa mengabaikan kepentingan pengunjung maupun target penerimaan daerah.
Penulis : Frida
Editor : Eka Mandiri


















Users Today : 624
Total Users : 1468456
Views Today : 1467
Total views : 6854120