Teks foto: Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal.
Infobenua.com.Samarinda —DPRD Samarinda mendorong Pemkot Samarinda memisahkan urusan pariwisata dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Langkah tersebut dinilai perlu agar pengembangan sektor wisata lebih fokus dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal mengatakan, usulan pemisahan itu muncul dalam uji publik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengembangan dan pengelolaan daerah pariwisata Samarinda.
Menurut dia, penggabungan tiga sektor dalam satu organisasi perangkat daerah membuat pengelolaan pariwisata belum berjalan maksimal. Padahal, sektor tersebut memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.
“Asosiasi perhotelan menyampaikan bahwa sektor pariwisata menyumbang PAD cukup besar, tetapi alokasi anggaran yang kembali ke sektor ini sangat kecil. Akibatnya, pariwisata merasa kurang terurus oleh Pemerintah ,” kata Joha (17/8/2026).
Joha menyebut, Samarinda pernah memiliki dinas yang khusus menangani pariwisata sebelum akhirnya digabung dengan urusan pemuda dan olahraga.
Menurutnya, pemisahan kembali dapat menjadi langkah untuk mempercepat pengembangan destinasi wisata daerah.
Selain meningkatkan PAD, penguatan sektor pariwisata dinilai penting untuk menghadapi perubahan ekonomi Samarinda ke depan. Joha menyebut sektor tambang yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi tidak dapat terus menjadi tumpuan utama.
“Ke depan tidak ada lagi tambang. Otomatis pekerja di sektor pertambangan berpotensi kehilangan pekerjaan. Kalau dinas pariwisata berdiri sendiri dan fokus, pengembangan destinasi wisata bisa lebih masif sekaligus membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.
Ia menilai Samarinda membutuhkan sektor alternatif yang mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pariwisata, menurutnya, menjadi salah satu sektor yang memiliki peluang untuk dikembangkan.
Melalui pembahasan Raperda tersebut, DPRD Samarinda berharap Pemkot dapat mengevaluasi struktur organisasi perangkat daerah dan mempertimbangkan pembentukan dinas khusus pariwisata.
“Harapannya pengelolaan pariwisata lebih fokus sehingga potensi yang ada bisa benar-benar dikembangkan,” pungkas Joha.
Penulis Frida editor Eka mandiri

















Users Today : 1881
Total Users : 1428411
Views Today : 3119
Total views : 6748172