InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Mediator Dorong Pembukaan Selat Hormuz, Iran Siapkan Syarat

by Hery Kuswoyo
Jumat, 28 Agustus 2026, 21:38
in Internasional
Ilustrasi

Ilustrasi

Bagikan

Infobenua.com, Teheran — Negara-negara yang terlibat dalam upaya mediasi perang Iran kembali mendorong pembukaan Selat Hormuz dan pemulihan arus pelayaran secara normal. Iran disebut telah bersedia menyusun sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk memungkinkan lalu lintas kapal kembali berlangsung setelah Qatar mendesak Teheran menghormati kebebasan navigasi di jalur strategis tersebut.

Upaya diplomatik itu berlangsung setelah Amerika Serikat keluar dari perundingan dan memilih menerapkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Pada Kamis (27/8), Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani datang ke Teheran dan bertemu dengan sejumlah pejabat senior Iran.

Dalam pertemuan tersebut, Al Thani menekankan perlunya mengembalikan kondisi seperti sebelum perang, ketika kapal-kapal komersial dapat melintasi Selat Hormuz secara bebas.

Qatar bersama Pakistan sebelumnya membantu memediasi nota kesepahaman pada Juni. Kesepakatan itu menghasilkan gencatan senjata sekaligus mengatur persoalan pelayaran di Selat Hormuz, jalur sempit yang terletak di antara Iran dan Oman.

Sebelum perang, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati selat tersebut. Namun, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran enam bulan lalu, Teheran mengancam akan menyerang kapal yang melintasi selat tanpa izin.

Ancaman tersebut menyebabkan aktivitas pelayaran merosot tajam dan harga minyak meningkat. Pada saat yang sama, posisi Selat Hormuz memberi Iran alat tawar dalam upaya diplomasi yang sedang berlangsung.

Qatar Desak Kebebasan Navigasi

Dalam kunjungannya ke Teheran, Al Thani mengatakan melalui X bahwa dirinya menyampaikan kepada para pejabat senior Iran mengenai pentingnya memastikan kebebasan pelayaran tetap dihormati.

Ia menekankan “pentingnya menghormati kebebasan navigasi di Selat Hormuz sesuai dengan hukum internasional.”

Mohsen Rezaei, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan setelah pertemuan bahwa Teheran kini tengah menyusun daftar persyaratan untuk pembukaan kembali selat tersebut. Langkah itu dilakukan setelah negara-negara mediator meminta Iran memperjelas tuntutannya.

Dalam wawancara dengan televisi Al Manar melalui penerjemah, Rezaei mengatakan Iran telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai pembentukan koridor pelayaran.

Menurut dia, sebagian koridor tersebut berada di wilayah perairan Oman dan sebagian lainnya di perairan Iran. Kapal akan diarahkan melalui jalur tengah yang telah ditentukan apabila Amerika Serikat memenuhi persyaratan yang diajukan Teheran.

Sebelumnya, Iran antara lain menuntut penghentian blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, pemberian kompensasi, serta pencabutan sanksi.

Belum diketahui apakah Teheran akan menyesuaikan tuntutan tersebut agar dapat diterima Washington.

Hubungan langsung antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir masih diwarnai pernyataan keras dari kedua pihak. Karena itu, sebagian besar komunikasi diplomatik kini berlangsung melalui negara-negara ketiga.

Iran-Oman Bahas Pengelolaan Selat

Iran sejauh ini tetap mendorong agar nota kesepahaman yang dicapai pada Juni kembali menjadi dasar penyelesaian. Kesepakatan tersebut semula menetapkan gencatan senjata selama 60 hari dan diharapkan membuka jalan bagi perundingan lanjutan.

Namun, kesepakatan itu kemudian runtuh akibat perbedaan penafsiran mengenai kewenangan Iran dalam mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Tiga pekan setelah nota tersebut ditandatangani, Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan itu “sudah berakhir”.

Pada Rabu (26/8), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan Iran dan Oman pada prinsipnya telah mencapai kesepakatan mengenai pengelolaan lalu lintas kapal di selat serta mekanisme pembagian pendapatan.

Namun, seorang sumber senior Iran kemudian mengatakan kedua negara masih melakukan pembahasan mengenai rincian kesepakatan tersebut.

Di sisi lain, Amerika Serikat menyatakan kondisi navigasi di Selat Hormuz mulai membaik. Komandan militer AS mengatakan pasukannya telah melakukan operasi pembersihan ranjau laut di kawasan tersebut. Ranjau itu sebelumnya dipasang oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran beberapa bulan lalu.

“Intinya: hari ini jalur pelayaran internasional terbuka dan momentumnya terus menguat,” kata Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat Amerika Serikat, dalam pesan video yang diunggah di media sosial.

Menurut Cooper, dalam beberapa bulan terakhir pasukan AS telah mengawal sekitar 1.500 kapal komersial yang membawa hampir 750 juta barel minyak mentah melalui Selat Hormuz.

Aktivitas Pelayaran Masih Jauh di Bawah Normal

Pernyataan Washington mengenai keterbukaan Selat Hormuz belum sepenuhnya tercermin dalam aktivitas pelayaran. Trump berulang kali menyatakan jalur tersebut telah terbuka, tetapi banyak operator kapal masih memilih menghindari kawasan tersebut karena ancaman serangan dari Iran.

Layanan pelacakan kapal memperkirakan aktivitas pelayaran di selat itu masih berada pada kisaran 5 hingga 15 persen dari volume normal.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan jalur pelayaran secara fisik belum otomatis memulihkan lalu lintas komersial. Perusahaan pelayaran dan pemilik kapal masih harus mempertimbangkan risiko keamanan sebelum kembali menggunakan jalur tersebut.

Organisasi Maritim Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan terdapat 70 insiden di Selat Hormuz sejak perang dimulai. Sebanyak 19 pelaut dilaporkan tewas dalam berbagai insiden tersebut.

Perundingan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz kini bergantung pada kemampuan para mediator menjembatani tuntutan Iran dengan kepentingan Amerika Serikat, sekaligus memastikan adanya mekanisme yang dapat memberikan jaminan keamanan bagi kapal-kapal komersial yang melintas.(*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
14 Segmen Megathrust Mengelilingi Indonesia, BMKG Tekankan Bukan Prediksi Gempa

14 Segmen Megathrust Mengelilingi Indonesia, BMKG Tekankan Bukan Prediksi Gempa

Jumat, 28 Agustus 2026, 22:38
Partai Bervisi Anti Imigran Berpeluang Menang di Sachsen-Anhalt, Warga Migran Jerman Khawatirkan Masa Depan

Partai Bervisi Anti Imigran Berpeluang Menang di Sachsen-Anhalt, Warga Migran Jerman Khawatirkan Masa Depan

Jumat, 28 Agustus 2026, 22:19
Mengapa Banjir Bandang Nepal Begitu Mematikan? Gletser Runtuh dalam Hitungan Menit

Mengapa Banjir Bandang Nepal Begitu Mematikan? Gletser Runtuh dalam Hitungan Menit

Jumat, 28 Agustus 2026, 22:01
Serangan AS dan Arab Saudi di Irak Perburuk Ketegangan, Iran Tolak Usulan Oman soal Selat Hormuz

Mediator Dorong Pembukaan Selat Hormuz, Iran Siapkan Syarat

Jumat, 28 Agustus 2026, 21:38

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1450875
Users Today : 1009
Total Users : 1450875
Views Today : 2054
Total views : 6795096
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com