InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

14 Segmen Megathrust Mengelilingi Indonesia, BMKG Tekankan Bukan Prediksi Gempa

by Hery Kuswoyo
Jumat, 28 Agustus 2026, 22:38
in Nasional
Ilustrasi

Ilustrasi

Bagikan

Infobenua.com, Jakarta — Indonesia berada di kawasan yang dikelilingi sejumlah zona megathrust yang berpotensi menghasilkan gempa bumi berkekuatan sangat besar. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan keberadaan potensi tersebut tidak dapat diartikan sebagai prediksi bahwa gempa besar akan segera terjadi.

Berdasarkan dokumen Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, terdapat 14 segmen megathrust yang telah dipetakan dalam sistem regional, dengan 11 segmen berada di wilayah Indonesia dan tiga lainnya berada di Filipina.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan megathrust merupakan bagian dari zona subduksi, yakni wilayah pertemuan dua lempeng tektonik ketika salah satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya.

Pada sejumlah zona tersebut, bidang kontak antarlempeng berada relatif dangkal dan dapat terkunci dalam waktu lama. Kondisi itu memungkinkan energi tektonik terus terakumulasi karena lempeng tetap bergerak, sementara bagian yang terkunci belum melepaskan regangannya.

Ketika akumulasi regangan tersebut dilepaskan secara tiba-tiba melalui pergeseran besar pada bidang megathrust, gempa berkekuatan tinggi dapat terjadi, bahkan melebihi magnitudo 8.

“Jika rupture menyebabkan deformasi dasar laut yang signifikan, gempa tersebut juga dapat memicu tsunami,” kata Daryono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (24/8).

11 Segmen Berada di Indonesia

Sistem subduksi yang berkaitan dengan zona megathrust membentang di sejumlah wilayah Indonesia. Kawasan yang berhadapan langsung dengan sistem tersebut antara lain pantai barat Sumatra, bagian selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Utara.

“Secara geografis, wilayah yang berhadapan dengan sistem subduksi tersebut terutama meliputi pantai barat Sumatra, selatan Jawa, Bali-Nusa Tenggara, serta kawasan Sulawesi Utara. Selain itu, terdapat sistem subduksi di kawasan Banda dan Indonesia bagian timur yang memiliki karakter tektonik berbeda dan tetap menjadi sumber bahaya gempa,” katanya.

Daryono menekankan bahwa keberadaan sejumlah segmen megathrust tidak berarti seluruh wilayah tersebut akan mengalami gempa besar pada waktu yang sama.

Setiap segmen memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk bentuk dan geometri bidang subduksi, laju pergerakan lempeng, tingkat penguncian, serta sejarah aktivitas kegempaan. Faktor-faktor tersebut membuat pelepasan energi pada masing-masing segmen tidak berlangsung serentak.

Potensi magnitudo maksimum yang dipetakan pada sejumlah segmen juga bervariasi. Di wilayah Sumatra, misalnya, Megathrust Aceh-Andaman memiliki potensi maksimum M9,2, sedangkan Nias-Simeulue mencapai M8,7 dan Batu M7,8.

Sistem Sumatra juga mencakup Megathrust Mentawai-Siberut, Mentawai-Pagai, dan Enggano, yang masing-masing memiliki potensi magnitudo maksimum hingga M8,9.

Di selatan Jawa, terdapat sejumlah segmen dengan potensi besar. Megathrust Jawa memiliki potensi maksimum M9,1, sedangkan segmen Jawa bagian barat dan Jawa bagian timur masing-masing mencapai M8,9.

Di kawasan timur, Megathrust Sumba memiliki potensi maksimum M8,9 dan Megathrust Sulawesi Utara mencapai M8,5.

Sementara itu, tiga segmen yang berada di kawasan Filipina mencakup Megathrust Palung Cotabato dengan potensi maksimum M8,3, Megathrust Filipina Selatan M8,2, serta Megathrust Filipina Tengah M8,1.

Tiga Segmen Jadi Perhatian BMKG

Di antara seluruh segmen tersebut, BMKG memberikan perhatian khusus terhadap Mentawai-Siberut, Sumba, dan Selat Sunda yang masuk dalam sistem Jawa bagian barat.

Ketiganya memiliki indikasi seismic gap, yaitu bagian dari sistem subduksi yang berdasarkan catatan sejarah relatif jarang mengalami gempa besar dalam periode tertentu.

“Semua segmen ini bisa berpotensi gempa besar. Namun demikian, ini ada yang kita curigai, ada beberapa segmen yang kemungkinan sudah lama tidak terjadi gempa-gempa besar. Jadi contohnya ini segmen Mentawe-Siberut, itu yang berkali-kali kita sampaikan sudah lama tidak terjadi gempa,” jelas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto kepada CNNIndonesia.com, Senin (24/8).

Menurut Wijayanto, kondisi serupa juga ditemukan pada segmen Selat Sunda dan Sumba.

“Terus segmen yang di Selat Sunda ini, sebenarnya masuk ke segmen Jawa bagian Barat ya. Ini juga sudah lama tidak terjadi gempa sama segmen di Sumba. Ini juga sudah lama tidak terjadi gempa-gempa magnitudo besar. Jadi, tiga segmen ini yang kita terus monitor saat ini,” tambahnya.

BMKG menegaskan bahwa seismic gap merupakan indikator potensi dalam perspektif jangka panjang dan bukan penanda bahwa gempa besar akan segera terjadi.

Informasi mengenai zona megathrust disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan memperkuat mitigasi bencana, bukan untuk memicu kepanikan.

Ancaman Tsunami dan Kerusakan Infrastruktur

Menurut Wijayanto, gempa megathrust dapat menimbulkan sedikitnya dua dampak utama, yakni tsunami dan guncangan kuat.

Tsunami dapat terjadi apabila gempa bawah laut menyebabkan perubahan atau perpindahan signifikan pada dasar laut. Pergerakan tersebut kemudian dapat memindahkan massa air dalam jumlah besar dan menghasilkan gelombang tsunami.

Salah satu skenario yang menjadi perhatian adalah gempa besar di segmen Mentawai-Siberut.

“Kalau rilisnya di segmen Mentawai-Cibereut, tentunya nanti daerah Sumatera Barat, daerah Sumatera Utara, daerah Bengkulu itu akan terdampak, dan mungkin bisa juga nanti berdampak ke negara-negara sekitar Indian Ocean,” jelasnya.

BMKG telah memiliki sistem peringatan dini tsunami yang dirancang untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai potensi tsunami dan langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi gempa yang memenuhi parameter pemicu tsunami.

Selain ancaman tsunami, gempa megathrust juga dapat menghasilkan guncangan kuat yang berpotensi merusak bangunan dan infrastruktur.

Guncangan tersebut juga dapat memicu bencana turunan, seperti tanah longsor dan kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki kondisi geologi dan tata ruang yang rentan.

Karena itu, keberadaan zona megathrust tidak semestinya dipahami sebagai kepastian terjadinya gempa besar dalam waktu tertentu. Yang dapat dipastikan adalah Indonesia berada di kawasan tektonik aktif dengan potensi gempa besar, sehingga kesiapsiagaan, penguatan bangunan, sistem peringatan dini, dan edukasi masyarakat menjadi bagian penting dari mitigasi risiko.(*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
14 Segmen Megathrust Mengelilingi Indonesia, BMKG Tekankan Bukan Prediksi Gempa

14 Segmen Megathrust Mengelilingi Indonesia, BMKG Tekankan Bukan Prediksi Gempa

Jumat, 28 Agustus 2026, 22:38
Partai Bervisi Anti Imigran Berpeluang Menang di Sachsen-Anhalt, Warga Migran Jerman Khawatirkan Masa Depan

Partai Bervisi Anti Imigran Berpeluang Menang di Sachsen-Anhalt, Warga Migran Jerman Khawatirkan Masa Depan

Jumat, 28 Agustus 2026, 22:19
Mengapa Banjir Bandang Nepal Begitu Mematikan? Gletser Runtuh dalam Hitungan Menit

Mengapa Banjir Bandang Nepal Begitu Mematikan? Gletser Runtuh dalam Hitungan Menit

Jumat, 28 Agustus 2026, 22:01
Serangan AS dan Arab Saudi di Irak Perburuk Ketegangan, Iran Tolak Usulan Oman soal Selat Hormuz

Mediator Dorong Pembukaan Selat Hormuz, Iran Siapkan Syarat

Jumat, 28 Agustus 2026, 21:38

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1450928
Users Today : 1062
Total Users : 1450928
Views Today : 2201
Total views : 6795243
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com