Infobenua.id.Sangatta, – Pakar Transformasi Digital Nasional Prof Dr Ahmad M Ramli SH MH, mengatakan Indonesia kini akan meninggal kan era digital Revolusi Industri 4.0 dan akan segera memasuki era digital Society 5.0, hal ini berjalan lebih cepat mengingat era yang di perkirakan 20 tahun mendatang itu, ternyata datang 10 tahun lebih cepat.
Hal ini tentunya mendorong setiap daerah, wilayah, dan elemen masyarakat untuk mengejar ketertinggalan tersebut, dalam hal ini setiap kepala daerah yang ada di Provinsi, Kota, dan Kabupaten juga seharusnya memiliki perhatian lebih untuk hal tersebut, demi masa depan bangsa yang lebih maju tentunya.
Dalam hal ini pemerintah terus membangun konektivitas melalui pembangunan infrastruktur jaringan. Konektivitas yang merata merupakan salah satu syarat untuk mewujudkan “Indonesia Merdeka Sinyal”, dan tentunya hal ini juga yang akan membantu Percepatan perpindahan era 4.0 menuju 5.0.
Kutai Timur dalam hal ini tentunya juga ikut mengejar ketertinggalan tersebut, bisa dilihat dari program “Merdeka Sinyal” yang merupakan program prioritas pembangunan dalam visi dan misi Bupati Kutim Drs H Ardiansyah Sulaiman M,S.I dan Wakil Bupati Kutim Dr. H. Kasmidi Bulang, ST., MM, yaitu mewujudkan Pelayanan Dasar Bagi Masyarakat Secara Proporsional dan Merata bahkan dalam bidang digital.
Menurut Kepala Dinas Kominfo Perstik Kutim Ery Mulyadi, melalui program prioritas “Merdeka Sinyal” dirinya sangat siap untuk mewujudkan itu. Ery Mulyadi mengatakan, dari 139 desa yang ada di Kutim, saat ini baru 102 desa yang terjangkau oleh jaringan internet atau baru 74 persen. Masih ada kurang lebih 37 desa yang masih blankspot atau sekitar 26 persen wilayah yang tak tersentuh sama sekali.
“Sesuai dengan program prioritas yang telah ditetapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati, ini harus dilaksanakan, kami dari dinas terkait pun berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan hal tersebut ” ucapnya, Senin (22/11/2021).
Selain itu Mulyadi menjelaskan, bahwa program itu tentunya akan dilaksanakan secara bertahap. Sesuai target yang diberikan Bupati dan Wakil Bupati, tahun 2022 seluruh desa yang tersebar di 18 Kecamatan sudah harus terjangkau layanan jaringan internet.
“yah sesuai target kita yaitu 2022 nanti, harapannya ditahun tersebut semua desa di Kutim bisa terjangkau internet,” pungkasnya.
Penulis : Anur
Editor : Redaksi



















Users Today : 71
Total Users : 1367680
Views Today : 222
Total views : 6613876