Infobenua.com, Islamabad – Sedikitnya 29 personel aparat keamanan Pakistan tewas dalam serangkaian serangan yang dilakukan kelompok militan di Provinsi Balochistan. Dari jumlah tersebut, 18 anggota kepolisian dilaporkan dieksekusi setelah sebelumnya disandera, sementara 11 prajurit militer gugur dalam penyergapan terpisah pada Rabu (8/7/2026).
Mengutip laporan The Associated Press, Kamis (9/7/2026), juru bicara militer Pakistan, Letnan Jenderal Ahmad Sharif Chaudhry, mengatakan rangkaian serangan yang terjadi sejak Senin telah menyebabkan sedikitnya 42 orang meninggal dunia.
Menurut Chaudhry, 18 polisi diculik ketika kelompok bersenjata menyerang sebuah pos polisi di Distrik Ziarat, Provinsi Balochistan, pada Senin malam. Para sandera kemudian dilaporkan dieksekusi oleh para pelaku.
Dalam insiden terpisah, 11 personel militer tewas setelah kendaraan yang mereka tumpangi disergap dan ditembaki di salah satu jalur utama di Balochistan.
Menanggapi serangan tersebut, militer Pakistan menggelar operasi balasan. Chaudhry mengklaim pasukan keamanan berhasil menewaskan 54 anggota kelompok bersenjata dalam operasi yang berlangsung dalam periode yang sama.
> “Kami akan memburu kalian, kami akan menyakiti kalian,” tegas Chaudhry dalam pernyataannya yang disiarkan secara nasional.
> “Kami akan menghadapi setiap teroris, fasilitator mereka, mereka yang menampung mereka, mereka yang memelihara mereka, dan mereka yang menyediakan pangkalan bagi mereka, di mana pun mereka berada,” lanjut Chaudhry.
Pemerintah Pakistan menuding kelompok separatis **Tentara Pembebasan Balochistan (Balochistan Liberation Army/BLA)** sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan para polisi yang disandera. Kelompok tersebut merupakan organisasi terlarang yang oleh pemerintah Pakistan juga disebut sebagai **”Fitna al-Khawarij.”**
Selain itu, Islamabad kembali menuduh jaringan militan tersebut memperoleh dukungan dana dan logistik dari intelijen India serta memanfaatkan wilayah perbatasan Afghanistan sebagai tempat berlindung. Tuduhan tersebut belum mendapat tanggapan resmi dari pihak yang disebutkan.
Provinsi Balochistan selama ini dikenal sebagai wilayah yang kerap dilanda aksi pemberontakan bersenjata. Meski merupakan provinsi terluas di Pakistan, kawasan tersebut memiliki jumlah penduduk relatif sedikit dan telah lama menjadi lokasi aktivitas kelompok separatis serta militan, termasuk **Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP)**.
Pemerintah Pakistan sebelumnya menyatakan aktivitas kelompok bersenjata meningkat sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021. Kondisi tersebut mendorong militer Pakistan beberapa kali melancarkan operasi lintas perbatasan yang diklaim menyasar basis-basis kelompok militan di wilayah Afghanistan. (*)



















Users Today : 1071
Total Users : 1367309
Views Today : 4330
Total views : 6611973