Infobenua.com, Samarinda– Walikota Samarinda hadiri buka puasa bersama dengan Komunitas Jalan Sehat (KJS) Kota Samarinda, di Jl. Kelapa gading IV, Kota Samarinda. Sabtu, (30/03/24).
Kegiatan buka puasa bersama tersebut dilaksanakan di rumah H. Muhammad Nasir, selaku Ketua KJS Kota Samarinda. Turut hadir dan mengundang para tokoh-tokoh dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Samarinda.
Acara buka puasa bersama tersebut berjala dengan meriah dan penuh antusias komunitas KJS dan KKSS. Ratusan orang menghadiri kegiatan tersebut dari awal hingga acara selesai (Sholat tarwih berjamaah-red).
Dalam kesempatan kali ini, Walikota Samarinda Andi Harun memberikan kesan sebagai sosok pemimpin Kota Samarinda yang dapat menyesuaikan dengan keinginan masyarakat. Siapa sangka, biasanya acara buka puasa Bersama yang dirangkai hingga sholat tarawih berjamaah, akan mengundang penceramah-penceramah untuk menyampaikan tausiyah dan pemahaman agama. Namun, pada acara kali ini, penceramah langsung dihandle oleh Andi harun.
Dalam ceramahnya, Andi Harun menyampaikan berbagai macam point penting yang perlu di lakukan umat Islam, terkhusus umat Islam Kota Samarinda dalam berusaha mendapatkan berkah di Bulan Suci Ramadhan. Pertama, berpuasa di Bulan Suci Ramadhan merupakan sebuah kewajiban bagi umat Islam, harus dilakukan dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada Allah SWT untuk mendapatkan ridhonya.
Walikota Samarinda juga memberikan pengetahuan soal anekaragam puasa yang dilakukan oleh Nabi-nabi terdahulu. Pertama, Andi Harun menjelaskan soal puasa yang dilakukan Nabi Adam As, yaitu puasa Ayyamul Bidh (Puasa hari-hari putih). Mengutip Hadits Riwayat Ibnu Abbas, bahwa ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam atau gosong. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15 di setiap pertengahan bulan, pada penanggalan Hijjriyah-red).
“Nabi Adam As, ketika turun kebumi, diperintahkan oleh Allah SWT untuk berpuasa di hari-hari putih, itulah dinamakan puasa Ayyamul Bidh. Maknanya, dapat kita ambil kesimpulan, bahwa ketika kita berbuat dosa dan kita hendak bertaubat, maka kita tidak hanya bertaubat atau sholat taubat saja, alangkah lebih baiknya kita berpuasa, salah satunya seperti yang dicontohkan oleh Nabi Adam As,” ucap Andi Harun.
Kedua, pria yang pernah duduk dikursi DPRD Kaltim tersebut juga menjelaskan tentang puasa yang dilakukan Nabi Daud As. Ia menjelaskan, makna dari puasa Nabi Daud As ialah amalan untuk menghalangi diri dari amarah, godaan nafsu dan hal buruk lainnya.
” Kedua, kalau kita mau mengontrol diri dari hal-hal buruk, ada Nabi Daud As. Kalau puasa Nabi Daud, itu diselang-seling. Semisal hari ini berpuasa, besok tidak, lusanya berpuasa kembali. Dan itu dilakukan secara konsisten, insya Allah akan ada berkahnya bagi diri kita,” jelas Andi Harun.
Dari banyaknya contoh yang telah dilakukan oleh para Nabi terdahulu, Andi Harun mengatakan, jika puasa yang dilakukan oleh para nabi dan orang-prang terdahulu dapat menjadi contoh untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih taqwa-Nya.
Selain berbagi pengetahuan, Orang nomor satu di Kota Samarinda tersebut juga memberikan empat kiat dalam upaya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Ia menyebutkan diantara ke-empat kiat tersebut ialah Al-Khaufu minal-Jalil, merasa takut kepada Allah Swt yang mempunyai sifat Maha Agung.
“Kedua, Al-‘Amalu bi At-Tanzil, beramal dengan apa yang diwahyukan oleh Allah Swt. Ketiga, Ar-Ridha bil-Qalil, merasa cukup dan ridha dengan pemberian Allah Swt, meskipun hanya sedikit,” sebutnya.
Ke-empat, Andi Harun mengatakan selalu Al-Isti`dadu li Yaumir-Rahil, yaitu senantiasa mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian dan kembali menghadap Allah SWT.
“Semoga pelajaran dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” harapnya.
Suara pertanda berbuka puasa pun berbunyi, menandakan sudah masuk waktu berbuka puasa. Walikota Samarinda dan seluruh tamu undangan yang hadir pun menyantap menu berbuka yang telah disediakan oleh para panitia pelaksana.
Lepas berbuka, Sholat Maghrib berjamaah pun di laksanakan, Andi Harun bersama dengan masyarakat yang hadir pun melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah.
Selain memberikan tausiyah, pria yang juga masuk dalam KKSS Kota Samarinda berpesan kepada seluruh anggota KKSS agar dapat memberikan sikap yang terbaik dimasa tahun politik.
“Selain itu, saya juga berpesan kepada seluruh masyarakat, paguyuban, KKSS, untuk menggunakan tahun politik ini dengan mengutamakan ide dan gagasan untuk Kota Samarinda yang lebih baik kedepan,” pesannya.
AJAK PERKEMBANGAN POLITIK DENGAN GAGASAN PEMBANGUNAN
Tidak lama lagi, pemilihan kepala Daerah akan dilakukan. Baik pemilihan gubernur (Pilgub), maupun pemilihan walikota/bupati (Pilwali/Pilbup). Andi Harun berpesan kepada seluruh hadirin agar dapat menggunakan momen politik ini dengan memberikan sumbangsih ide dan gagasan untuk membangun Kota Samarinda kedepan yang lebih baik lagi.
Tidak hanya itu, lanjutnya, politik tahun ini, terkhusus di Kota Samarinda, haruslah diwarnai dengan banyaknya ide dan gagasan yang masuk dari masyarakat kepada para calon kepala daerah. Hal ini, menurutnya, merupakan langkah dan wajah politik yang membangun bagi daerah.
“Tidak hanya soal siapa pilihan kita, akan tetapi, kita punya kesempatan untuk menyampaikan gagasan kita kepada para calon pemimpin daerah, agar mereka nantinya dapat membangun dan memiliki masukan yang cukup banyak untuk dijadikan program atau visi dan misi,” jelasnya.
“Dan sebaiknya kita berpolitik dengan pandangan-pandangan yang banyak, kita pilah, kita diskusikan dan kita sepakati bagaimana sikap politik kita, lalu kita tentukan bagaimana sikap politik kita untuk kebaikan daerah dan masyarakat,” pesannya kepada anggota KKSS.
Terakhir, Walikota Samarinda menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Samarinda.
“Saya atas nama walikota Samarinda dan Pemerintah Kota Samarinda, saya ingin menyampaikan Minal Aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan bathin, saya meminta maaf dan meminta ridho kepada masyarakat, jika saya selaku walikota Samarinda ada kesalahan dan kehilafan,” ucapnya sekaligus menutup kesempatan menyampaikan tausiyah dan pesan moral.
(AbiZul/ADV/Pemkot Samarinda)



















Users Today : 482
Total Users : 1360476
Views Today : 2481
Total views : 6539193