Foto : Gerakan Pangan Murah (GPM).
Infobenua.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga kestabilan pasokan sekaligus memperpendek rantai distribusi dari produsen kepada konsumen.
Pelaksanaan GPM melibatkan 49 partisipan, termasuk petani dan peternak yang menawarkan langsung hasil produksinya kepada masyarakat. Skema tersebut memberikan ruang bagi produsen lokal untuk bertemu konsumen tanpa harus melalui rantai distribusi yang panjang.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan pemerintah berperan mempertemukan produsen dengan masyarakat melalui kegiatan tersebut.
“Pemerintah hadir memfasilitasi antara produsen dan konsumen. Dalam kegiatan pangan murah ini ada 49 partisipan, termasuk petani dan peternak yang terlibat langsung,” ujar Fahmi.
Harga sejumlah komoditas yang tersedia dalam GPM disesuaikan dengan ketentuan harga eceran tertinggi maupun harga acuan penjualan. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh kebutuhan pangan pokok dengan harga yang tetap terjangkau.
“ Masyarakat mendapatkan produksi pangan dengan harga terjangkau, sesuai dengan harga eceran tertinggi maupun harga acuan penjualan,” katanya.
Fahmi menyebut kestabilan pasokan dan harga pangan menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah. Karena itu, kegiatan serupa dapat menjadi instrumen intervensi ketika masyarakat membutuhkan akses terhadap komoditas pangan dengan harga yang wajar.
“Tugas pemerintah adalah memastikan kestabilan pasokan pangan dan harga,” tegasnya.
Pelaksanaan GPM selama ini memang kerap dilakukan menjelang hari besar keagamaan. Namun, kegiatan tersebut dapat digelar di luar momentum tersebut apabila terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan intervensi pemerintah terhadap akses pangan masyarakat.
“Kegiatan GPM dilakukan pada hari besar keagamaan, tetapi tidak menutup kemungkinan pada momentum tertentu masyarakat membutuhkan pangan pokok,” jelas Fahmi.
Pelaksanaannya turut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah dan instansi yang berkaitan dengan sektor pangan serta perdagangan. Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Disperindagkop, instansi vertikal hingga pelaku usaha ikut mengambil bagian dalam penyediaan komoditas.
“GPM mengundang sektor-sektor pengampu pelayanan tertentu, seperti dinas peternakan, dinas pertanian, Disperindagkop, instansi vertikal maupun pelaku usaha,” ungkapnya.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan membuat GPM tidak berhenti sebagai kegiatan penjualan pangan murah, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga sekaligus memperkuat hubungan antara produsen lokal dan konsumen.
“Harapannya, semoga gerakan ini berdampak dan bersentuhan langsung pada masyarakat,” pungkas Fahmi.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi



















Users Today : 1048
Total Users : 1421593
Views Today : 2655
Total views : 6736862