InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Gelombang Panas Pecahkan Rekor, 16 Orang Tewas di Korea Selatan

by Hery Kuswoyo
Kamis, 6 Agustus 2026, 0:03
in Internasional
Ilustrasi

Ilustrasi

Bagikan

Infobenua.com – Sedikitnya 16 orang meninggal dunia akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Korea Selatan. Di tengah kondisi tersebut, Presiden Lee Jae Myung memerintahkan peningkatan dukungan bagi masyarakat terdampak seraya menegaskan bahwa cuaca ekstrem kini semakin sering terjadi.

Data Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan menunjukkan sebanyak 2.025 orang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas sepanjang periode 15 Mei hingga 2 Agustus 2026. Pemerintah juga memperluas cakupan peringatan gelombang panas setelah sebelumnya peringatan pertama diberlakukan di sebagian wilayah Seoul dan Provinsi Gyeonggi pada Senin (3/8).

Pada Selasa (4/8), Badan Meteorologi Korea memperluas status peringatan ke seluruh wilayah ibu kota. Kebijakan tersebut menjadi penerapan pertama sistem peringatan gelombang panas sejak resmi diperkenalkan tahun ini sebagai langkah menghadapi suhu ekstrem.

Suhu udara di Seoul mencapai sekitar 38 derajat Celsius pada siang hari, sementara temperatur malam diperkirakan tetap berada di kisaran 29 derajat Celsius. Pemerintah mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air guna menghindari risiko penyakit akibat panas.

Pemerintah Kota Seoul juga membuka sekitar 4.000 fasilitas publik yang difungsikan sebagai pusat pendinginan bagi masyarakat. Kota berpenduduk sekitar 9,6 juta jiwa itu merupakan bagian dari kawasan metropolitan Seoul yang dihuni lebih dari 25 juta orang atau sekitar separuh populasi Korea Selatan.

Para ilmuwan telah lama memperingatkan bahwa perubahan iklim akan meningkatkan frekuensi maupun intensitas cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas.

“Kita perlu melakukan upaya untuk merombak secara mendasar sistem penanganan krisis nasional karena cuaca ekstrem kini menjadi hal yang normal,” kata Presiden Lee dalam rapat kabinet.

Presiden Lee juga menginstruksikan para pejabat untuk mempercepat langkah perlindungan terhadap aktivitas masyarakat serta memastikan keandalan sistem kelistrikan di tengah meningkatnya penggunaan pendingin ruangan.

Sementara itu, Kota Yangsan di bagian tenggara Korea Selatan mencatat suhu 42,5 derajat Celsius pada Minggu (2/8), menjadi temperatur tertinggi dalam 122 tahun sejarah pencatatan cuaca nasional menurut Badan Meteorologi Korea.

Kondisi serupa juga terjadi di Jepang yang beberapa pekan terakhir dilanda gelombang panas dengan suhu di sejumlah wilayah melampaui 40 derajat Celsius. Pemerintah Jepang bahkan mulai menggunakan istilah cruelly hot day atau “hari dengan panas ekstrem” sebagai bagian dari penyusunan kebijakan menghadapi suhu tinggi.

Dampak cuaca ekstrem turut dirasakan satwa liar. Kebun Binatang Tama di Tokyo mengumumkan pada Selasa bahwa tiga ekor singa mati dalam kurun sepekan akibat dugaan komplikasi yang dipicu serangan panas.

Dalam pernyataan di situs resminya, pengelola kebun binatang menyebut area pameran singa ditutup sementara “karena munculnya sejumlah singa yang membutuhkan perawatan akibat kondisi kesehatan yang menurun, terutama ditandai dengan hilangnya nafsu makan, kelelahan, dan berkurangnya aktivitas.”

“Beberapa singa mengalami kondisi yang semakin parah, menunjukkan gejala seperti tidak mampu berdiri dan kehilangan kesadaran,” tulis pengelola, sebelum akhirnya satwa-satwa tersebut mati.

Saat ini, 10 dari total 16 singa di Kebun Binatang Tama dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. Pengelola menjelaskan bahwa meskipun singa berevolusi untuk hidup di iklim panas dan kering Afrika, tingkat kelembapan yang tinggi di Jepang menjadi tantangan tersendiri bagi satwa tersebut.

Menurut otoritas kesehatan Jepang, hampir 18.600 orang menjalani perawatan di rumah sakit akibat serangan panas pada akhir Juli. Sebanyak 45 orang dilaporkan meninggal dunia sebelum sempat memperoleh penanganan medis.

Gelombang panas yang melanda Korea Selatan dan Jepang menjadi bagian dari rangkaian cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai belahan dunia pada musim panas tahun ini. Para ilmuwan memperkirakan fenomena tersebut akan semakin sering terjadi seiring memburuknya dampak perubahan iklim. (*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
Rencana Damai Gaza Masih Buntu Meski Trump Sebut sebagai “Terobosan Bersejarah”

Rencana Damai Gaza Masih Buntu Meski Trump Sebut sebagai “Terobosan Bersejarah”

Kamis, 6 Agustus 2026, 0:26
Dua Tahun Pascapemberontakan, Reformasi Bangladesh Dipertanyakan di Tengah Bayang-bayang Sheikh Hasina

Dua Tahun Pascapemberontakan, Reformasi Bangladesh Dipertanyakan di Tengah Bayang-bayang Sheikh Hasina

Kamis, 6 Agustus 2026, 0:14
Gelombang Panas Pecahkan Rekor, 16 Orang Tewas di Korea Selatan

Gelombang Panas Pecahkan Rekor, 16 Orang Tewas di Korea Selatan

Kamis, 6 Agustus 2026, 0:03
Jelang Musda Golkar Samarinda, Andi Satya Nyatakan Siap Maju sebagai Ketua

Jelang Musda Golkar Samarinda, Andi Satya Nyatakan Siap Maju sebagai Ketua

Rabu, 5 Agustus 2026, 21:31

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1404386
Users Today : 895
Total Users : 1404386
Views Today : 2055
Total views : 6709020
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com