Infobenua.com, Samarinda – Tak lagi terpaku pada pelatihan teknis semata, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) mengubah total strategi pembinaan generasi muda.
Pendekatan baru kini menitikberatkan pada pembentukan
karakter dan soft skill sebagai pondasi utama sebelum masuk ke pelatihan berbasis keterampilan kerja.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar, menjelaskan bahwa strategi ini terbagi dalam dua klaster utama yang berjalan berurutan: pemberdayaan dan pengembangan.
“Pemberdayaan kami letakkan di depan, agar peserta terlebih dulu dibekali karakter, mentalitas, dan soft skill. Setelah itu, barulah masuk ke pelatihan teknis sesuai minat dan kebutuhan industri,” ungkap Hasbar, Rabu (25/6/25).
Program ini dirancang untuk menjangkau total 8.000 peserta, dengan rincian 3.000 orang dalam klaster pemberdayaan dan 5.000 dalam klaster pengembangan. Materi pelatihan tak hanya mencakup keterampilan kerja, tetapi juga hal-hal esensial seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim.
Menurut Hasbar, fokus utama bukan sekadar mencetak tenaga kerja siap pakai, melainkan membentuk individu yang memiliki ketahanan mental dan kepedulian sosial.
“Pemuda hari ini harus punya lebih dari sekadar kemampuan teknis. Mereka harus punya empati, tangguh dalam tekanan, dan mampu membawa perubahan,” tegasnya.
Meski strategi baru ini menunjukkan arah yang lebih progresif, tantangan tetap dihadapi, terutama terkait pemerataan akses di daerah. Beberapa wilayah masih terkendala infrastruktur dan fasilitas pendukung.
Namun demikian, Dispora Kaltim memastikan bahwa kebutuhan dasar peserta tetap diutamakan agar program berjalan optimal.
“Kami tetap berkomitmen pada logistik, konsumsi, dan dukungan teknis lainnya, meskipun ada keterbatasan fasilitas di lapangan,” ujarnya.
Yang menarik, Dispora juga menyasar mahasiswa sebagai salah satu target strategis. Hasbar menilai, kelompok ini punya posisi krusial sebagai agen perubahan sosial di masyarakat.
“Kalau mahasiswa dibekali karakter yang kuat dan soft skill yang matang, mereka bisa jadi lokomotif perubahan di komunitasnya,” katanya.
Dispora Kaltim tidak hanya menilai keberhasilan dari jumlah pelatihan yang digelar, tetapi lebih pada dampak nyata yang ditimbulkan baik secara individu maupun sosial.
Hasil akhir yang diharapkan adalah munculnya generasi muda yang aktif, berani memimpin, dan berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah
“Tujuan kami bukan mencetak pengamat, tapi pelaku perubahan. Pemuda harus berani tampil, membawa solusi, dan mengambil peran dalam membangun masa depan Kaltim,” tutup Hasbar.(ADV Dispora Kaltim)


















Users Today : 1404
Total Users : 1415234
Views Today : 2016
Total views : 6725349