InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Bank Sentral Eropa Mulai Pindahkan Emas dari AS di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

by Hery Kuswoyo
Jumat, 11 September 2026, 23:00
in Internasional
Fort Knox, gedung penyimpanan emas di Kentucky, Amerika Serikat.

Fort Knox, gedung penyimpanan emas di Kentucky, Amerika Serikat.

Bagikan

Infobenua.com, Amsterdam — Fort Knox, kompleks yang dijaga ketat di negara bagian Kentucky, tempat sekitar separuh cadangan emas pemerintah Amerika Serikat (AS) disimpan, sudah lama menjadi simbol keamanan. Istilah “seaman Fort Knox” yang populer merujuk pada sesuatu yang sangat aman dan dijaga ketat. Namun, persepsi bahwa AS merupakan tempat yang aman untuk menyimpan emas kini sudah mulai memudar.

Sejumlah bank sentral Eropa mulai meninjau kembali lokasi penyimpanan cadangan emas mereka di Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran mengenai akses terhadap aset strategis saat terjadi krisis. Langkah tersebut terlihat dari keputusan De Nederlandsche Bank (DNB), bank sentral Belanda, yang baru-baru ini memindahkan sekitar 86 ton emas dari New York ke London.

DNB mengatakan “gejolak geopolitik” menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusan tersebut. Bank sentral Belanda juga menyatakan diversifikasi lokasi penyimpanan emas dapat meningkatkan “kesiapan menghadapi krisis”.

Keputusan Belanda mengikuti langkah Prancis yang menarik seluruh cadangan emasnya yang masih tersimpan di Federal Reserve Bank of New York antara Juli 2025 dan Januari 2026. Namun, Gubernur Bank of France François Villeroy de Galhau ketika itu menegaskan bahwa pemindahan tersebut tidak didorong pertimbangan politik.

Perubahan kebijakan penyimpanan emas itu berlangsung ketika hubungan AS dengan sejumlah negara Eropa mengalami ketegangan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Di Jerman dan Italia, sejumlah politikus bahkan menyerukan agar cadangan emas nasional masing-masing juga dipindahkan dari AS. Kedua negara tersebut memiliki cadangan emas terbesar kedua dan ketiga di dunia.

Kekhawatiran turut dipengaruhi kebijakan pemerintahan Trump yang dinilai sulit diprediksi serta sikap Washington yang semakin berseberangan dengan Uni Eropa. Pernyataan Trump mengenai kemungkinan mencaplok sebagian wilayah Greenland juga menjadi salah satu faktor yang memperbesar ketidakpastian tersebut.

Bukan Kekhawatiran Penyitaan

Meski demikian, risiko bahwa AS secara langsung menyita cadangan emas milik negara lain dinilai relatif kecil. Sebastien Tillett, analis Oxford Economics, mengatakan bagi bank sentral Eropa, kemungkinan penyitaan aset secara langsung merupakan “risiko yang sangat kecil”. Namun, menurutnya, persoalan akses terhadap aset menjadi perhatian yang lebih besar ketika ketegangan geopolitik meningkat.

“Kekhawatiran yang lebih relevan adalah bahwa aset yang disimpan di yurisdiksi lain bisa tidak dapat diakses untuk sementara waktu dalam situasi ekstrem yang melibatkan sanksi, persoalan hukum, atau geopolitik,” ujarnya kepada DW.

Perhatian terhadap lokasi emas juga merupakan bagian dari perubahan yang lebih luas dalam pengelolaan cadangan devisa global. Krishnan Gopaul dari World Gold Council mengatakan bank-bank sentral di berbagai negara telah meningkatkan pembelian emas sejak krisis keuangan global 2008. Mereka kini tidak hanya memperhatikan jumlah emas yang dimiliki, tetapi juga lokasi serta mekanisme penyimpanannya.

Data World Gold Council menunjukkan bank sentral mengakumulasi rata-rata sekitar 1.000 ton emas per tahun dalam empat tahun terakhir. Angka tersebut dua kali lipat dibandingkan rata-rata sekitar 500 ton per tahun pada dekade sebelumnya. Peningkatan permintaan tersebut turut berkontribusi terhadap kenaikan harga emas hingga mencapai rekor tertinggi.

Menurut Gopaul, emas semakin dipandang sebagai aset perlindungan setelah dunia mengalami serangkaian guncangan, mulai dari krisis keuangan global 2008 dan krisis utang zona euro hingga pandemi, pergolakan politik, serta konflik geopolitik berkepanjangan.

“Selama dua dekade terakhir, selalu ada pertanyaan dan kekhawatiran mengenai sistem keuangan global dan kondisi geopolitik dalam berbagai bentuk,” katanya.

Lokasi Penyimpanan Menjadi Strategis

Pemindahan emas Belanda dan Prancis menunjukkan bahwa lokasi penyimpanan kini menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan cadangan. Cadangan emas fisik milik bank sentral, pemerintah, maupun dana kekayaan negara biasanya disimpan di beberapa lokasi. Memindahkan aset tersebut membutuhkan prosedur kompleks, mahal, dan memiliki risiko tersendiri.

Lokasi penyimpanan juga menentukan seberapa cepat emas dapat dijual, ditukar dengan mata uang, atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas ketika terjadi krisis.

“Selain memperhatikan jenis aset yang mereka miliki, bank-bank sentral kini juga semakin memperhatikan di mana cadangan mereka disimpan, terutama untuk memaksimalkan ketahanan dan fleksibilitas cadangan tersebut,” kata Tillett.

Gopaul menilai strategi penyimpanan emas kini menjadi “sangat penting”. Menurutnya, keputusan suatu negara tidak semata-mata didasarkan pada keinginan mengurangi eksposur terhadap negara tertentu, tetapi juga pada kebutuhan menempatkan emas di lokasi yang mudah diakses dan dekat dengan pusat perdagangan.

Dalam kasus Belanda, emas justru dipindahkan ke London, bukan dikembalikan ke negara asalnya. Gopaul mengatakan Inggris merupakan “salah satu pusat perdagangan paling likuid di pasar emas”.

“Gagasannya adalah, ketika terjadi krisis atau situasi yang sulit, emas tersebut berpotensi untuk dimobilisasi,” ujarnya. “London pada dasarnya adalah jantung pasar emas. Aktivitas perdagangan di sana sangat tinggi dan pasarnya sangat likuid. Jadi, ketika terjadi krisis, di situlah Anda ingin emas Anda berada.”

Bank of England sendiri merupakan salah satu institusi penyimpan dan kustodian emas terbesar di dunia. Sekitar 400.000 batangan emas diperkirakan berada dalam fasilitas penyimpanannya, dengan nilai sekitar US$270 miliar.

Kepercayaan terhadap Aset AS Dipertanyakan

Perubahan lokasi penyimpanan emas tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya pertanyaan mengenai ketahanan sistem keuangan AS. Pekan lalu, pengelola dana kekayaan negara Norwegia yang memiliki aset sekitar US$2,3 triliun mengatakan perlu mengurangi secara signifikan kepemilikannya atas surat utang pemerintah AS.

Kebijakan tersebut disebut berkaitan dengan kekhawatiran terhadap pasar obligasi pemerintah AS. Inflasi dan peningkatan utang pemerintah telah mendorong biaya pinjaman sekaligus menambah kekhawatiran investor. Tillett mengatakan emas tetap memiliki keterkaitan dengan kebijakan Federal Reserve AS. Karena itu, meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi pasar keuangan AS dapat turut memengaruhi keputusan pemilik emas mengenai lokasi aset mereka.

Di luar faktor ekonomi, kebijakan luar negeri pemerintahan Trump juga menjadi sumber ketidakpastian bagi institusi Eropa. Retorika Trump mengenai Greenland dan ancaman yang dinilai ditujukan kepada Uni Eropa semakin memperkuat dorongan untuk melakukan diversifikasi aset.

Meski demikian, AS masih menjadi salah satu lokasi utama penyimpanan cadangan emas negara-negara Eropa. Jerman, misalnya, tetap menyimpan lebih dari 1.000 ton emas di AS meskipun Bundesbank sebelumnya telah memindahkan sekitar 300 ton dari New York ke Jerman pada periode 2013-2017.

Dalam pernyataan tahun lalu, Bundesbank menegaskan kepercayaannya terhadap Federal Reserve Bank of New York sebagai tempat penyimpanan cadangan emas Jerman.

“Kami tidak meragukan bahwa New York Fed merupakan mitra yang dapat dipercaya dan diandalkan untuk menyimpan cadangan emas kami.”

Dengan demikian, perpindahan emas dari AS belum menunjukkan eksodus besar-besaran cadangan emas Eropa. Namun, keputusan sejumlah bank sentral menunjukkan bahwa diversifikasi lokasi, akses saat krisis, dan risiko geopolitik kini semakin menjadi pertimbangan dalam pengelolaan aset strategis negara. (*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
Kadin Balikpapan: Mahligai Nusantara Buka Peluang UMKM Tembus Pasar Global

Kadin Balikpapan: Mahligai Nusantara Buka Peluang UMKM Tembus Pasar Global

Minggu, 13 September 2026, 7:49
Polsek Sungai Pinang Back Up Penanganan Kebakaran Lahan di Muara Badak

Polsek Sungai Pinang Back Up Penanganan Kebakaran Lahan di Muara Badak

Minggu, 13 September 2026, 7:44
Pertalite Dipangkas 18,09 Persen, Pemprov Kaltim Desak Kuota Dipulihkan

Pertalite Dipangkas 18,09 Persen, Pemprov Kaltim Desak Kuota Dipulihkan

Sabtu, 12 September 2026, 23:43
Water Bombing Karhutla Kaltim Digelar Estafet Sesuai Titik Api

Water Bombing Karhutla Kaltim Digelar Estafet Sesuai Titik Api

Sabtu, 12 September 2026, 23:40

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1478420
Users Today : 276
Total Users : 1478420
Views Today : 473
Total views : 6875174
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com