.infobenua.com..Samarinda.Andi mengungkapkan banyak wilayah di Kaltim, khususnya daerah-daerah terpencil seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu, masih minim tenaga medis dan fasilitas penunjang. Bahkan, beberapa desa belum memiliki akses ke rumah bersalin standar atau sistem rujukan darurat.
“Kita butuh tenaga medis tambahan, fasilitas layak, dan sistem rujukan digital yang cepat. Kalau ibu hamil darurat harus naik perahu 3 jam dulu, itu artinya kita gagal,” katanya.
Menurutnya, DPRD akan mendorong tiga langkah konkret:
* Pemerataan fasilitas kesehatan dan penambahan tenaga medis
* Penguatan edukasi masyarakat soal kehamilan dan kesehatan bayi
* Digitalisasi sistem rujukan untuk pasien darurat
“Kalau kita ingin serius turunkan angka kematian ibu dan bayi, kita butuh strategi, bukan sekadar simpati,” ujarnya mantap.
Andi berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bisa duduk bersama dan benar-benar menjadikan isu kesehatan ibu dan anak sebagai prioritas pembangunan. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang ada, sembari terus mendorong kualitasnya.
“Jangan tunggu korban lagi. Kita bisa cegah, kalau kita mau gerak bersama,” tutupnya.(abiyu/red)



















Users Today : 361
Total Users : 1295974
Views Today : 1151
Total views : 6367478