InfoBenua.com, KUKAR — Lomba Dagongan, salah satu olahraga tradisional yang rutin dilombakan untuk memeriahkan Erau, selalu dinanti oleh masyarakat Kukar. Dalam perlombaan ini, para peserta mengadu kekuatan fisik untuk meraih kemenangan.
Acara ini digelar selama dua hari, dari 24 hingga 25 September 2024, di halaman parkir Jembatan Pulau Kumala, Tenggarong. Beberapa kecamatan, seperti Anggana, Tenggarong, Kota Bangun, Loa Janan, Loa Kulu, dan Muara Muntai, turut serta dalam cabang olahraga ini.
Koordinator Lomba Dagongan, Ardinansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah menjadi tradisi tahunan dalam peringatan Erau. Tahun ini, jumlah peserta meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dagongan sebenarnya sudah menjadi olahraga tradisional tingkat nasional. Namun, karena diadakan untuk memeriahkan Erau, arena pertandingan disesuaikan,” ujar Ardinansyah pada Rabu (25/9/24).
Dalam lomba Dagongan, setiap tim terdiri dari lima pemain, baik putra maupun putri, dengan tambahan satu cadangan. Pertandingan menggunakan sistem gugur, dan medianya adalah bambu, kebalikan dari tarik tambang, di mana pemain harus mendorong untuk memenangkan lomba. Tim yang berhasil mendorong lawan melewati garis tengah dinyatakan sebagai pemenang.
Waktu pertandingan untuk penyisihan adalah 3 menit, sementara jika hasil seri, waktu pertandingan diperpanjang menjadi 5 menit. Untuk kelas perempuan, total berat badan tim maksimal 350 kg, sedangkan untuk laki-laki 450 kg.
Ardinansyah berharap agar olahraga tradisional seperti Dagongan tetap lestari dan semakin dikenal oleh masyarakat luas. “Dagongan, bersama olahraga tradisional lain seperti engrang, ketapel, dan gasing, sudah masuk kalender nasional. Semoga semakin banyak yang mengenalnya,” tambahnya.
Hadiah diberikan kepada juara 1 hingga 3, serta juara harapan 1 hingga 3, sehingga total ada 6 penghargaan yang diperebutkan. (Adv)



















Users Today : 1435
Total Users : 1453794
Views Today : 9453
Total views : 6810387