*Infobenua.com, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti lemahnya koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan proyek infrastruktur kota. Ia menyebut, tumpang tindih antarproyek telah menimbulkan pemborosan dan kerusakan fasilitas umum.
“Baru selesai dibangun, eh dibongkar lagi untuk pasang pipa. Ini terus terulang karena koordinasi antar lembaga masih lemah,” kata Deni, Senin (30/6/2025), mencontohkan kasus proyek pedestrian di Jalan Juanda yang rusak akibat pemasangan pipa PDAM.
Deni menegaskan, perencanaan pembangunan harus bersifat terpadu dan berbasis data. Ia mendorong Pemkot Samarinda segera menyusun blueprint infrastruktur yang mencakup usia teknis jaringan, jadwal pemeliharaan, serta prioritas per wilayah.
“Tanpa perencanaan jangka panjang dan keterpaduan antarOPD, kita hanya menambal masalah,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya pendekatan kawasan dalam menangani isu seperti banjir, serta mengakhiri ego sektoral antarinstansi yang masih sering terjadi.
Menanggapi penggunaan teknologi seperti E-WAN, Deni menyambut positif langkah digitalisasi, namun menekankan pentingnya pelibatan seluruh OPD dan BUMD secara sinergis.
“Digitalisasi akan sia-sia tanpa kerja sama nyata. Yang dibutuhkan warga adalah pembangunan yang terintegrasi dan tidak saling bertabrakan,” pungkasnya.(adv abi/red)

















Users Today : 2399
Total Users : 1410084
Views Today : 3310
Total views : 6718340