Foto : Plt. Kabid SMP Disdikbud Kukar Emy Rosana Saleh.
Infobenua.com.KUKAR.Digitalisasi SPMB Dorong Pemudah Layanan Sekolah di KukarDinas Pendidikan Kutai Kartanegara mulai menerapkan transformasi digital dalam proses layanan sekolah, khususnya pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) dan pengelolaan ijazah.
Langkah ini menjadi bagian dari reformasi tata kelola pendidikan yang lebih efisien dan transparan.
Melalui sosialisasi yang digelar di Hotel Fatma Tenggarong, Sabtu (10/5), para kepala sekolah dari seluruh jenjang SMP negeri dan swasta diberi pemahaman teknis terkait sistem digital dalam proses penerimaan siswa dan pengelolaan dokumen ijazah.
Digitalisasi ini mengacu pada Permendikbudristek Nomor 58 Tahun 2024 yang mengatur seluruh aspek penerbitan ijazah, mulai dari format, validasi, hingga legalisasi. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) diharapkan mampu menyederhanakan proses administrasi pendidikan.
Menurut Plt. Kabid SMP Disdikbud Kukar Emy Rosana Saleh mengatakan bahwa sistem ini dirancang untuk memangkas potensi kesalahan manual dan meningkatkan keakuratan data.
“Kami tidak ingin layanan pendidikan tertinggal dari perkembangan teknologi yang sudah diterapkan di banyak sektor,” jelasnya, saat ditemui Infobenua.com, pada Kamis (19/6/2025).
Kegiatan ini juga memuat pelatihan langsung penggunaan aplikasi SPMB daring, pemanfaatan dashboard data siswa, serta prosedur input dan verifikasi ijazah secara digital. Semua peserta diminta aktif menyampaikan kendala maupun potensi hambatan implementasi di sekolah masing-masing.
Sistem digital ini diharapkan menjadi standar baru dalam manajemen sekolah, sekaligus mendukung prinsip akuntabilitas publik. Dengan proses yang terdokumentasi dan terintegrasi, penyaluran hak siswa bisa lebih tepat sasaran.
Selain efisiensi, penerapan TIK juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan di Kukar. Sekolah sebagai ujung tombak pelayanan, dituntut adaptif terhadap perubahan dan siap mengadopsi pendekatan digital secara menyeluruh.
Emy menyebutkan bahwa sosialisasi ini hanyalah langkah awal. Evaluasi dan pendampingan teknis akan terus dilakukan agar seluruh satuan pendidikan bisa mengoperasikan sistem ini secara mandiri.
“Semoga ke depan seluruh sekolah di Kukar bisa bergerak bersama untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih modern dan responsif,” pungkasnya. (Adv
penulis Farid editor eka mandiri



















Users Today : 848
Total Users : 1290276
Views Today : 2233
Total views : 6344406