Ket Foto Kampung Merabu, Desa Ekowisata Berau Yang Diselimuti Awan
Infobenua.com, Berau, Kalimantan Timur – Kampung Merabu yang terletak di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini menjadi salah satu destinasi ekowisata yang patut dikunjungi.
Dikelilingi oleh alam pegunungan kapur yang eksotis, kampung ini menawarkan pesona alam yang tiada duanya, cocok bagi para pecinta alam dan petualangan. Dengan jarak sekitar 130 kilometer dari Tanjung Redeb, perjalanan menuju Kampung Merabu memakan waktu sekitar tiga jam dengan kendaraan bermotor.
Kampung Merabu memiliki luas sekitar 22.000 hektare dan dihiasi oleh hutan lindung, hutan produksi, serta kawasan karst yang memukau. Pegunungan kapur yang ada di sini memiliki keunikan tersendiri, terbentuk akibat proses alami yang menjadikannya sangat menarik untuk dijelajahi. Salah satu daya tarik utama di kampung ini adalah Danau Nyadeng yang airnya berwarna hijau toska, memberikan kesegaran dan kedamaian bagi siapa saja yang berkunjung.
Selain itu, Kampung Merabu juga terkenal dengan Gua Beloyot yang menyimpan peninggalan sejarah purbakala, berupa gambar telapak tangan manusia yang diperkirakan berusia lebih dari 4.000 tahun. Gua ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah masyarakat setempat dan menjadi salah satu destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan.
Dihuni oleh masyarakat suku Dayak Lebok, Kampung Merabu memiliki hubungan erat dengan hutan dan pegunungan sekitar. Masyarakat setempat telah lama mengelola hutan dengan bijaksana, salah satunya melalui pemanenan madu hutan yang terkenal dengan kualitasnya yang tinggi.
Teknik pengolahan madu yang tradisional ini diwariskan turun-temurun, dengan cara mengiris sarang lebah dan membiarkan madu menetes secara alami tanpa sentuhan tangan, sehingga menghasilkan madu yang awet dan berkualitas.
Sebagai bagian dari pengelolaan ekowisata, Kampung Merabu telah memperoleh pengakuan dari Kementerian Kehutanan dengan Surat Keputusan Nomor 28/Menhut-II/2014, yang memberikan hak pengelolaan hutan desa seluas 8.245 hektare. Kampung ini juga terlibat dalam Program Karbon Hutan Berau (PKHB), yang berfokus pada pengurangan emisi karbon dan pelestarian hutan.
Untuk menunjang kebutuhan wisatawan, Kampung Merabu telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti rumah singgah yang dikelola oleh Bumdes Kerima Puri. Rumah panggung tradisional dengan atap pelana ini memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang ingin merasakan pengalaman menginap di tengah alam hutan yang asri. Selain itu, beberapa rumah warga juga disulap menjadi homestay yang nyaman, lengkap dengan kamar mandi bersih dan pelayanan yang ramah.
Dengan slogan “Asyik” (Aman, Sehat, Indah, Kreatif), Kampung Merabu tidak hanya menawarkan pesona alam yang luar biasa, tetapi juga menjadi contoh sukses dalam pengelolaan ekowisata yang memberdayakan masyarakat dan menjaga kelestarian alam. Kampung ini merupakan tempat yang sempurna bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sambil belajar tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
(sean/ADV Dispar Kaltim)



















Users Today : 199
Total Users : 1458890
Views Today : 440
Total views : 6831839