Foto Kepala Cabang PT WATS,Nindia
Infobenua.com SAMARINDA – PT Wahana Adi Tirta Samarinda (WATS) meminta kejelasan terkait keberlanjutan kerja sama pengelolaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bendang I dan Intake Loa Kulu dengan Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda.
Kepala Cabang PT WATS Samarinda, Nindia, mengatakan pihaknya meminta agar pengelolaan IPA Bendang I dan Intake Loa Kulu dikembalikan kepada PT WATS sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Surat Perjanjian Kerja Sama (SPKS).
“PT WATS meminta agar pengelolaan IPA Bendang I dan Intake Loa Kulu dapat dikembalikan kepada PT WATS sesuai dengan ketentuan SPKS. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan mengacu pada perjanjian yang telah disepakati oleh para pihak,” ujar Nindia.
Kerja sama tersebut mengacu pada SPKS Nomor Pihak Pertama 602.693/04-01/SPKS-WATS/1/2003 dan Nomor Pihak Kedua WATS.252/SPK-SMR/1/2003 tertanggal 10 Januari 2003 tentang pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum berkapasitas 400 liter per detik di lokasi Bendang dengan sistem Build, Operate and Transfer (BOT), yakni bangun, kelola dan alih milik.
Menurut Nindia, PT WATS tetap berpegang pada ketentuan yang telah dituangkan dalam perjanjian kerja sama tersebut, termasuk mengenai masa kerja sama serta mekanisme pengelolaan dan alih milik.
“Bagi kami, yang menjadi dasar adalah SPKS yang telah disepakati. Karena itu, kami berharap ada pembicaraan lanjutan untuk mencari titik temu dan memastikan penyelesaian persoalan ini berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Dalam pembahasan bersama Perumda Tirta Kencana, kata Nindia, belum diperoleh kesepakatan mengenai penyelesaian persoalan tersebut. PT WATS pun membuka ruang untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut sebelum batas waktu SPKS berakhir.
Selain persoalan pengelolaan dan aset, PT WATS juga mengatakan keberlangsungan para pekerja yang selama ini menjalankan operasional IPA Bendang I dan Intake Loa Kulu tetap menjadi perhatian.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana nasib para karyawan tetap diperhatikan. Ada sekitar 44 orang karyawan yang selama ini bekerja dan bergantung pada operasional di IPA Bendang I dan Intake Loa Kulu,” ungkap Nindia.
Ia menegaskan, PT WATS menginginkan adanya penyelesaian yang memberikan kepastian bagi seluruh pihak, baik terkait kerja sama, aset, maupun keberlangsungan tenaga kerja.
“Kami tentu menginginkan penyelesaian yang baik dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak. Kami berharap pembicaraan dapat terus dilakukan sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut,” pungkasnya.
Penulis : Dani
Editor : Eka mandiri


















Users Today : 751
Total Users : 1459442
Views Today : 2095
Total views : 6833494