INFOBENUA.COM, SAMARINDA – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor membantah kabar yang menyebut adanya kelangkaan tabung gas subsidi 3 kilogram (tabung melon) di masyarakat.
Sebaliknya, dirinya menegaskan bahwa stok dan distribusi tabung melon merata di seluruh wilayah kabupaten/kota di Kaltim.
“Tabung gas sementara ini belum ada masalah,” katanya.
Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi sekaligus mengatasi terjadinya kelangkaan tabung melon di masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah bekerjasama dengan SKK Migas untuk membantu distribusi dan pengawasan.
“Kita sudah rapat bersama pak Gubernur dan SKK Migas. Kami juga punya tim pengawas untuk membantu pak Gubernur dalam tiga hal, yaitu berkala, terpadu dan laporan,” terangnya.
Namun begitu, Yadi Robyan Noor mengaku, sempat mendapat laporan kekurangan pasokan tabung melon di daerah Kutai Barat. Tapi saat itu juga, pihaknya meminta kepada SKK Migas untuk melakukan pengiriman tabung melon ke daerah tersebut.
“Kemarin memang Kubar sempat lapor, tapi kami langsung kirim dua truk ke sana. Kita kerjasama dengan SKK migas, agen, sub agen sampai ritel,” katanya.
Mengenai capaian sasaran penerima subsidi tabung melon, Yadi Robyan Noor memastikan, saat ini capaian sudah melebihi 82 persen atau setara dengan Rp 246 miliar per tahun.
“Sebelum ada tim terpadu, pengawasan capaian hanya 55 persen. Sekarang 82 persen, atau nilainya Rp 246 miliar per tahun,” pungkasnya.(Adv/Diskominfo Kaltim)
Penulis : Han


















Users Today : 662
Total Users : 1365261
Views Today : 9240
Total views : 6601345