Teks foto: Perumda Tirta Kencana Samarinda
Infobenua.com, Samarinda– Perumda Tirta Kencana Samarinda mulai melakukan penyesuaian operasional pada lima instalasi pengolahan air (IPA) akibat meningkatnya kadar klorida pada sumber air baku. Kondisi ini terjadi selama musim kemarau yang menyebabkan pengaruh air laut masuk ke aliran sungai.
Lima IPA yang mengalami penyesuaian jam operasional yakni IPA Pulau Atas, IPA Palaran, IPA Kalhol, IPA Sungai Kapih, dan IPA Selili.
Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Cevi Wahyudi mengatakan, produksi air bersih tetap berjalan selama kadar klorida masih berada dalam batas aman. Perumda menjadikan angka 250 part per million (ppm) sebagai batas penghentian sementara produksi.
“Kalau kadar klorida masih di bawah 250 ppm, produksi tetap berjalan. Tetapi kalau sudah melewati batas itu, kami hentikan sementara sampai kondisi kembali normal,” kata Cevi, Kamis (27/8/2026).
Menurut Cevi, sistem tersebut dilakukan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan. Lima IPA tersebut tidak dihentikan secara total, melainkan mengikuti perubahan kondisi air baku di lapangan.
Ia menjelaskan, apabila dalam satu hari terdapat peningkatan kadar klorida selama beberapa jam, maka produksi hanya dihentikan pada waktu tersebut. Setelah kadar kembali turun, operasional kembali dilanjutkan.
“Jadi bukan berhenti 24 jam. Kami menyesuaikan dengan kondisi air baku,” ujarnya.
Dari 21 IPA yang dimiliki Perumda Tirta Kencana Samarinda, saat ini 16 IPA masih beroperasi normal. Sementara lima IPA terdampak terus mendapat pemantauan karena kondisi sumber air dipengaruhi pasang surut.
Pemeriksaan kadar klorida dilakukan secara rutin oleh petugas laboratorium. Pengukuran dilakukan setiap 15 sampai 20 menit untuk memastikan kualitas air baku sebelum masuk proses produksi.
“Petugas terus mengecek kondisi air, karena perubahan kadar klorida bisa terjadi mengikuti kondisi sungai,” jelas Cevi.
Dampak penyesuaian produksi dirasakan di sejumlah wilayah pelayanan. IPA Pulau Atas melayani kawasan Pulau Atas, Jalan Telkom, Olah Bebaya, Menang, Sekolahan, Tatako, Masaji, Pelita 5 hingga jalur Samarinda-Anggana.
Sedangkan pelayanan IPA Palaran mencakup wilayah Palaran, Bukuan, Bantuas, Jalan H.B Suwarno, Pelabuhan Samudera hingga Terminal Peti Kemas. Untuk IPA Kalhol, distribusi mencakup kawasan Simpang Pasir, Stadion Palaran, sebagian Jalan H.M Rifaddin hingga Handil Bakti.
Perumda mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk menggunakan air secara bijak selama kondisi ini berlangsung. Warga juga disarankan menyiapkan tempat penyimpanan air untuk mengantisipasi perubahan distribusi.
“Kami berharap masyarakat bisa menghemat penggunaan air. Mudah-mudahan hujan segera turun sehingga kondisi sumber air baku kembali normal,” demikian Cevi.
Penulis : Frida | Editor : Eka Mandiri


















Users Today : 1247
Total Users : 1449005
Views Today : 2637
Total views : 6791666