Teks foto: Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie saat Berbincang dengan Kepala SMP Negeri 28 Samarinda Agus
Infobenua.com.Samarinda —Keterbatasan ruang belajar membuat SMP Negeri 28 Samarinda harus mengubah fungsi salah satu fasilitas sekolah. Ruang laboratorium yang seharusnya digunakan untuk kegiatan praktik, kini sementara dipakai sebagai ruang kelas karena jumlah rombongan belajar yang terus berjalan.
Kondisi itu menjadi salah satu catatan saat Komisi IV DPRD Kota Samarinda melakukan kunjungan lapangan ke SMP Negeri 28 Samarinda, Jalan Ekonomi RT 11 Nomor 31, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan, pihak sekolah telah mengusulkan penambahan dua ruang kelas baru agar fungsi laboratorium dapat dikembalikan sebagaimana mestinya.

“Secara bangunan SMP 28 sudah cukup baik. Tapi ada kebutuhan penambahan kurang lebih dua ruang kelas, karena saat ini ruang laboratorium digunakan sebagai kelas,” kata Novan.
Menurut dia, penggunaan laboratorium sebagai ruang belajar juga membuat kapasitas siswa tidak maksimal. Ruangan tersebut hanya mampu menampung sekitar 24 siswa, sementara kapasitas ideal mencapai 32 siswa.
Dengan adanya ruang kelas tambahan, fasilitas laboratorium diharapkan dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran.
Novan menyebut usulan pembangunan ruang kelas baru sudah disampaikan melalui bidang sarana dan prasarana Dinas Pendidikan. Namun, realisasinya membutuhkan koordinasi dengan OPD lain karena terdapat persoalan lingkungan di sekitar sekolah.
Salah satunya terkait aliran air dari kawasan perbukitan di belakang sekolah yang masuk ke area sekolah saat hujan. Kondisi tersebut dinilai perlu ditangani terlebih dahulu agar tidak berdampak terhadap bangunan maupun aktivitas belajar.
“Ini bukan renovasi, tetapi pembangunan ruang kelas baru. Namun ada juga persoalan pengamanan bangunan, terutama aliran air dari bukit yang perlu segera ditangani,” ujarnya.
Selain ruang kelas, pihak sekolah juga mengusulkan perbaikan pagar yang mengalami kerusakan.
Kepala SMP Negeri 28 Samarinda Agus mengatakan, pagar sekolah menjadi salah satu fasilitas yang perlu mendapat perhatian.
“Pagar sekolah di samping ini sudah lama rubuh. Kami berharap bisa dibantu untuk dibuatkan pagar baru,” kata Agus.
Saat ini SMP Negeri 28 Samarinda menampung sekitar 455 siswa. Meski fasilitas masih terbatas, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Novan mengatakan, kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di Samarinda cukup banyak karena harus dibagi dengan sekolah lain yang juga membutuhkan perhatian. Karena itu, usulan penambahan ruang kelas akan disesuaikan dengan prioritas dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
“Kebutuhan ini belum mendesak, tetapi secara normatif memang harus dipenuhi. Kita akan terus dorong agar bisa masuk dalam perencanaan,” demikian Novan.
Penulis Frida editor Eka mandiri


















Users Today : 1237
Total Users : 1420128
Views Today : 2118
Total views : 6733343